Menjaga 'Rel' Ibadah, Strategi Besar Kemenhaj di Balik Operasional Haji 2026
Ilustrasi ibadah haji di Tanah Suci, Mekkah.--Pinterest
JAKARTA, DISWAY.ID– Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI telah mematangkan peta jalan operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.
Sebanyak 203.230 jemaah asal Indonesia direncanakan akan bertolak menuju Tanah Suci dalam durasi operasional selama 30 hari, mulai 22 April hingga 30 Juni 2026.
Dalam Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Sabtu (17/1/2026), Kasub Direktorat Pengembangan Umrah Kemenhaj, Edayanti, menekankan bahwa keberhasilan haji tahun ini sangat bergantung pada ketepatan mitigasi di setiap titik pergerakan jemaah.
BACA JUGA:Jalan 5 KM Menjemput Hati Jemaah Haji, Tutup Pekan Pertama Diklat PPIH Arab Saudi 2026
Diungkapkannya, keberangkatan jemaah haji Indonesia tetap menggunakan pola dua gelombang untuk menjaga ritme arus kedatangan di Arab Saudi.
Gelombang pertama dijadwalkan terbang menuju Madinah mulai 22 April hingga 6 Mei 2026, dan akan kembali ke Tanah Air melalui Jeddah.
Sementara gelombang kedua akan mendarat di Jeddah mulai 7 hingga 21 Mei 2026, dan pulang melalui Madinah.
"Pesan saya, tanggal 21 Mei pukul 24.00 Waktu Arab Saudi adalah closing date. Pemerintah Arab Saudi akan menutup seluruh pintu kedatangan visa haji. Tidak boleh ada keterlambatan karena sistem akan terkunci secara otomatis," ujar Edayanti di hadapan para calon PPIH Arab Saudi 2026.
Tahun ini, sambungnya, sebanyak 14 embarkasi di seluruh Indonesia akan menjadi titik keberangkatan.
Dua maskapai utama, Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, telah menyiapkan armada berbadan lebar (wide body) untuk mengangkut ratusan ribu jemaah.
BACA JUGA:Cermin Bangsa di Tanah Suci, Petugas dan Jemaah Haji 2026 Diminta Bijak Bermedsos
Garuda Indonesia akan mengoperasikan Boeing 777-300 (393 kursi) dan Airbus 330 (360 kursi) untuk melayani wilayah Aceh hingga Makassar.
Sementara itu, Saudia Airlines akan melayani embarkasi seperti Batam, Surabaya, dan Kertajati dengan armada berkapasitas hingga 445 kursi.
Edayanti mengingatkan para petugas bahwa dinamika di lapangan seringkali tidak sesederhana angka di atas kertas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: