PPIH 2026 Simulasi Puncak Haji, Kesigapan Melayani Jemaah di 'Miniatur' Armuzna
Simulasi pelayanan jemaah haji saat Gladi posko PPIH di Pondok Gede.-Mch-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Ketegangan pecah di Lapangan Basket Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (28/1).
Seorang jemaah lansia tampak lemas tersungkur dan di sudut lain, sekelompok jemaah mulai melayangkan protes keras karena jatah makanan yang tak kunjung datang.
Situasi kian pelik saat arus manusia digambarkan terus menyemut, memicu emosi di tengah terik yang menyengat.
BACA JUGA:Kemenhaj Siapkan Satuan Operasi Armuzna, Pastikan Kelancaran Puncak Haji 2026
Namun, itu bukan kejadian sesungguhnya. Itulah sepenggal fragmen Gladi Posko Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) yang diikuti oleh peserta Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026.
Simulasi ini menjadi "menu wajib" untuk menguji mental dan koordinasi petugas sebelum terjun ke medan tempur yang sebenarnya.
Dalam gladi ini, peserta dibagi ke dalam tiga Daerah Kerja (Daker). Daker Bandara disimulasikan menangani Arafah, Daker Mekkah di Muzdalifah, dan Daker Madinah bertanggung jawab di wilayah Mina.
Skenario dibuat sedetail mungkin. Mulai dari pergerakan jemaah dari Mekkah ke Arafah pada 8 Zulhijjah menggunakan skema 21 bus, hingga proses pendorong jemaah menuju Muzdalifah dan Mina.
BACA JUGA:Jemaah Haji 2026 Bakal Santap Nasi Petani Sendiri, Kemenhaj Setop Impor Beras
Masalah klasik pun dimunculkan. Di antaranya, soal kursi roda yang kurang, tenda yang penuh, hingga jemaah yang mengalami gangguan kesehatan mendadak.
"Tanpa koordinasi lintas sektor, kekacauan di Armuzna tidak akan terurai. Petugas harus bergerak cepat, tepat, dan tetap prima," tegas Letkol Surnadi saat memberikan arahan.
Ia menekankan bahwa dalam kondisi kritis, komunikasi adalah kunci. Petugas konsumsi, misalnya, dituntut memberikan kepastian waktu kepada jemaah yang lapar agar tensi tidak meninggi.
BACA JUGA:Kemenhaj Harap MUI Godok Fatwa Baru, Status Pendaftaran Haji hingga Jemaah Ilegal Itu Haram
Begitu pula petugas medis yang harus sigap melakukan skrining dan rujukan cepat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: