Kemenhaj Siapkan Satuan Operasi Armuzna, Pastikan Kelancaran Puncak Haji 2026
Pemaparan Letkol Inf Surnadi dalam Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (27/1)-dsw-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai mematangkan kesiapan Satuan Operasi (Satops) Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Satuan pelaksana ini dibentuk khusus untuk mengawal fase puncak haji dan memastikan keselamatan serta kenyamanan jemaah haji Indonesia selama di tanah suci.
Hal tersebut disampaikan oleh Letkol Inf Surnadi di hadapan 1.685 peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
BACA JUGA:Jemaah Haji 2026 Bakal Santap Nasi Petani Sendiri, Kemenhaj Setop Impor Beras
Dalam arahannya, Selasa (27/1), ia menegaskan bahwa Satops Armuzna memegang peranan vital dalam mengendalikan pergerakan jemaah dan memberikan pelayanan terpadu.
"Satuan Operasi Armuzna memiliki tugas pokok membantu, melayani, dan mengoordinasikan penyiapan serta pengendalian pergerakan jemaah haji Indonesia beserta petugasnya. Kami fokus pada pelayanan umum, kesehatan, dan bimbingan ibadah," ujar Letkol Inf Surnadi.
Operasi ini memiliki lima sasaran utama, yakni terlayaninya kegiatan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina serta mobilitas di Jamarat, hingga rangkaian haji di Makkah dan Madinah.
Selain itu, Satops Armuzna bertujuan meningkatkan kesiapan petugas dalam menghadapi situasi darurat dan menguji prosedur sistem yang akan digunakan di lapangan.
BACA JUGA:Kemenhaj Harap MUI Godok Fatwa Baru, Status Pendaftaran Haji hingga Jemaah Ilegal Itu Haram
Dalam skema pelaksanaannya, operasi ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 7 hingga 13 Zulhijjah 1447 H/2026 M, yang mencakup wilayah Mekkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Struktur organisasinya, melibatkan tiga Satuan Tugas (Satgas) utama, yaitu Satgas Arafah, Satgas Muzdalifah, dan Satgas Mina.
Satgas Arafah akan diisi oleh petugas PPIH dari Daerah Kerja (Daker) Bandara, Satgas Muzdalifah oleh petugas Daker Mekkah, dan Satgas Mina oleh petugas Daker Madinah.
"Fokus utama kita adalah memberikan pelayanan umum, kesehatan, dan bimbingan ibadah secara terintegrasi di setiap titik pergerakan jemaah," ungkapnya.
BACA JUGA:’Haram’ Ada Kata Gagal, Menhaj Gus Irfan Semangati Petugas Haji 2026: Pionir Sejarah!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: