Kemenhaj Siapkan Satuan Operasi Armuzna, Pastikan Kelancaran Puncak Haji 2026

Kemenhaj Siapkan Satuan Operasi Armuzna, Pastikan Kelancaran Puncak Haji 2026

Pemaparan Letkol Inf Surnadi dalam Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (27/1)-dsw-

Berdasarkan jadwal operasional, pergerakan personel Satops Armuzna akan dimulai pada 7 Dzulhijjah pukul 19.30 WAS dari Makkah menuju Arafah.

Tim khusus Tarwiyah yang terdiri dari unsur Perlindungan Jemaah (Linjam), Kesehatan, dan Bimbingan Ibadah (Bimbad) juga dikerahkan untuk mengawasi jemaah sejak dari Makkah.

Pada 9 Dzulhijjah, saat jemaah melaksanakan wukuf, petugas Satgas Muzdalifah dan Mina sudah mulai bergerak menuju pos masing-masing sejak pukul 14.00 WAS untuk menyiapkan penyambutan jemaah yang akan mabit.

Kemenhaj juga menyiapkan pos-pos strategis di sepanjang rute Jamarat, mulai dari Jalur 616, 533, hingga kawasan Terowongan Muaisim.

Pos-pos ini akan diisi oleh personel gabungan dari Linjam, PKP3JH, dan tim medis guna mengantisipasi kepadatan serta membantu jemaah yang tersasar atau mengalami gangguan kesehatan.

BACA JUGA:Alissa Wahid Ingatkan Petugas Haji 2026 Layani Lansia Sepenuh Hati dan Ramah Perempuan

Di wilayah Mina, misalnya, nantinya dibentuk 10 sektor ad hoc yang diperkuat oleh 386 petugas.

"Di setiap maktab, akan ada koordinator (kortab) dan pengawas konsumsi yang bertanggung jawab langsung melaporkan setiap perkembangan kepada Kepala Sektor Ad Hoc," jelasnya.

Lebih lanjut, memitigasi risiko pun terus dimatangkan, di antaranya terkait pola gerak petugas untuk disusun secara bertahap.

Mulai dari penempatan tim khusus tarwiyah pada 8 Zulhijjah, pengawasan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijjah, hingga pemantauan lempar jumrah di Mina yang berlangsung hingga 13 Zulhijjah.

Selain itu, skema khusus disiapkan untuk jemaah lansia melalui program Safari Wukuf non-medis.

Petugas layanan lansia akan mendampingi jemaah menggunakan bus dengan rute Mekkah-Arafah-Muzdalifah-Mina guna memastikan mereka tetap dapat menjalankan rukun haji dengan aman.

Kegiatan operasional ini didukung oleh sistem komunikasi terpadu menggunakan perangkat HT dan koordinasi melalui Posko Utama di Daker Mekkah serta Mobile Crisis Rescue (MCR) di area Jamarat.

Fase pasca-Armuzna juga penting diperhatikan, karena menyangkut pergerakan jemaah yang akan dilanjutkan dengan pemulangan jemaah Gelombang I melalui Jeddah dan pergeseran jemaah Gelombang II menuju Madinah sebelum kembali ke tanah air.

BACA JUGA:Wamenhaj: Perkuat Afirmasi, Jumlah Petugas Haji Perempuan 2026 Terbesar dalam Sejarah

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads