Menhaj Irfan Yusuf Ingatkan Tugas Calon Petugas Haji Belum Berakhir Usai Diklat

Menhaj Irfan Yusuf Ingatkan Tugas Calon Petugas Haji Belum Berakhir Usai Diklat

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf dan Wamenhaj Dahnil Anzar di lokasi Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Pondok Gede Jakarta, Kamis (29/1)-Mch-

JAKARTA, DISWAY.ID– Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengingatkan para calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 untuk tetap menjaga kesiapan meski masa pendidikan dan pelatihan (diklat) segera berakhir.

Setelah menjalani pelatihan intensif di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta selama tiga pekan sejak 10 Januari lalu, para peserta diminta tidak mengendorkan kedisiplinan hingga jadwal keberangkatan ke Tanah Suci.

"Kami berharap teman-teman petugas tidak merasa tugasnya selesai begitu diklat ini ditutup. Masih ada pekerjaan rumah (PR) yang harus diteruskan di rumah masing-masing," ujar pria yang akrab disapa Gus Irfan tersebut di Lapangan Galaxy Makodau I Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

BACA JUGA:Wamenhaj Tegaskan Peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 Belum Tentu Lolos Petugas Haji

Gus Irfan menjelaskan, jeda waktu sekitar dua hingga tiga bulan sebelum pemberangkatan harus dimanfaatkan untuk penguatan kompetensi.

Setidaknya ada dua hal utama yang akan terus dipantau oleh kementerian secara jarak jauh.

Pertama, para petugas diwajibkan mengikuti diklat lanjutan berbasis daring (online) untuk memperdalam kemampuan bahasa Arab.

Kedua, pemantauan kebugaran fisik akan dilakukan setiap hari guna memastikan kondisi kesehatan tetap prima hingga hari keberangkatan.

"Fisik harus benar-benar fit. Pengetahuan dan mental juga harus siap menjadi pelayan tamu-tamu Allah," lanjutnya.

BACA JUGA:Menteri PPPA Apresiasi Petugas Haji Perempuan Tembus 33 Persen, Ingatkan Layanan Spesifik hingga Skema Kamar

Diklat PPIH 2026 tercatat sebagai pelatihan dengan format berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dengan durasi tiga pekan tatap muka dan satu pekan daring, pelatihan ini mengadopsi sistem semi militer untuk membentuk karakter petugas.

Gus Irfan mengakui bahwa sebagai sebuah inovasi, konsep baru ini tetap memiliki catatan evaluasi.

Meski secara umum ia menilai pelaksanaan sudah mencapai angka 90 persen, ia masih menunggu laporan resmi tertulis terkait efektivitas pelatihan massal ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads