Jakarta Malang
--
Antarumat itu terlihat begitu rukun. Gereja Katolik Katedral Malang sampai mengurangi ibadah misa: dari enam kali tinggal dua kali. Demi Nahdlatul Ulama (NU).
Sekolah dan masjid Muhammadiyah Malang disediakan untuk transit pengunjung dari luar kota: Demi NU.
Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) menyediakan layanan singgah lengkap dengan makanan dan minuman: Demi NU.
NU punya acara besar Sabtu-Minggu lusa di Malang: Mujahadah Akbar dalam rangka HUT ke-100 tahun –versi kalender Masehi.
Sebetulnya HUT ke-100 tahun itu sudah dilaksanakan di Jakarta. Di Istora Senayan. Pekan lalu. Tepat di hari kelahirannya: 31 Januari 1926.
Dua HUT itu juga sama: Demi NU. Yang di Jakarta demi NU-nya Gus Yahya. Yang di Malang demi NU-nya Kiai Akhyar.
"Sudah tidak bisa dirukunkan lagi," ujar KH Imam Jazuli, pendiri pondok pesantren terkemuka Cirebon, Bina Insan Mulia (BIMA).
Kiai Imam adalah doktor lulusan Al Azhar, Cairo. Pernah menjadi ketua cabang PDI-Perjuangan di Mesir.
Maksudnya: kubu Gus Yahya (Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf) dan kubu Kiai Akhyar (Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar) itu. Upaya mendamaikannya sudah begitu masif. Sampai berhasil. Kelihatannya. Mereka sudah saling bertemu. Cipika. Cipiki. Tapi masih ada dua HUT.
"Secara visi dan misi sudah tidak bisa bersatu," tambah Kiai Imam Jazuli.
Kiai Imam adalah garis politik di NU. Ia tidak menjadi politikus, tapi membiayai banyak kader NU yang ingin jadi anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Naik drastisnya kursi PKB di Pemilu lalu, antara lain berkat jasanya.
Imam masih belum puas. Harusnya PKB jadi pemenang Pemilu –kalau semua orang NU mendukung PKB. Ia terlihat begitu jelas anti kubu Gus Yahya. Gus Yahya dinilainya sebagai tokoh yang menjauhkan NU dari PKB.
Tapi Imam juga tidak hadir di perhelatan besar di Malang nanti. "Ada kunjungan duta besar ke pondok kami," katanya.
Rasanya dikatakan tidak bisa lagi bersatu juga tidak. Rabu kemarin tepat pleno lengkap bisa diadakan. Semua pihak hadir –meski Kiai Akhyar hadir secara zoom. Tapi hadir. Dan suasananya enak. Membicarakan agenda muktamar persatuan akan datang.
Tapi melihat gencarnya publikasi, acara yang di Malang lusa memang terlihat akan sangat meriah. Akan jauh mengalahkan yang di Jakarta.
Momentumnya juga lebih pas: krisis bursa saham sudah mulai pulih. Presiden Prabowo sudah bisa hadir di Malang. Persiapan kehadirannya sudah terlihat matang.
Kehadiran Presiden Prabowo di HUT NU di Malang itu bisa ditafsirkan sangat dalam: pemerintah berpihak ke kubu yang mana.
Waktu Gus Yahya mengadakan acara yang sama di Istora, presiden tidak hadir. Konon Presiden mau hadir kalau undangan untuknya ditandatangani empat orang: Kiai Akhyar (rais aam), Kiai Said Asrori (katib aam), Gus Yahya (ketua umum), dan Gus Ipul (sekjen).
Waktu itu, dari pihak pemerintah yang hadir adalah Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar. Tokoh NU moderat. Tidak berpihak ke mana pun.
Wartawan Disway yang meliput acara di Senayan itu mencatat suasana yang kurang meriah. Tidak seperti biasanya kalau NU bikin acara massal.
Mungkin karena hujan mengguyur Jakarta berhari-hari tiada henti. Mungkin juga karena harga saham lagi jatuh sedalam-dalamnya di tanggal itu. Siapa tahu banyak warga NU yang main saham sehingga mereka sedang dalam suasana sangat berduka.
Mungkin juga mereka sudah menangkap sinyal bahwa presiden tidak hadir di acara itu. Anda, yang NU pun bisa membaca suasana kebatinan presiden yang lagi tidak mood untuk berada di tengah kemeriahan masa.
Maka acara di Malang nanti tidak mau seperti di Istora Senayan yang kecil –bukan di Gelora Bung Karno yang besar. Acara di Malang nanti di stadion sepak bola Gajayana –di pusat kota Malang. Hanya kurang dari satu kilometer dari Gereja Katedral Malang.
Sebagai antisipasi besarnya acara itu, 12 jalur jalan ditutup sepanjang Sabtu sampai Minggu siang. Karena itu misa Sabtu dan minggu pagi di Katedral itu ditiadakan. Sebenarnya tetap boleh dilaksanakan tapi lokasi parkirnya sangat jauh. Gereja akhirnya memutuskan hanya menyelenggarakan dua misa: Minggu sore dan Minggu malam.
Sabtu siang masa NU dari berbagai daerah memang sudah berdatangan ke Malang. Diperkirakan lebih 100.000 orang. Data resmi yang masuk ke panitia kemarin pagi sudah 104.541.
Acaranya sendiri dimulai Sabtu malam. Bersalawat –memuliakan Nabi Muhammad dalam kalimat-kalimat berbagai irama. Tepat tengah malam, pukul 00.00, diadakan khataman Quran –membaca Quran sampai tamat– sebanyak 999 kali: biasanya waktunya sangat cepat karena dilakukan secara borongan oleh ribuan orang.
Dini hari dilakukan salat malam sampai menjelang subuh. Acara inti dilakukan setelah salat subuh itu: Presiden Prabowo hadir dan memberi sambutan. Pukul 08.00, Minggu, sudah selesai.
Presiden Jokowi hadir di acara HUT 100 Tahun NU –versi tahun Hijriah– dua tahun lalu. Di Sidoarjo. Macet total –pun di jalan tol. Pesta. Meriah. Penuh kenangan indah. Juga kenangan politik dan ekonomi: NU dapat konsesi tambang batu bara.(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Artikel Berjudul Makan Susu
Sugi
Senang lihat kalangan anak muda berprestasi dalam pekerjaan. Tapi lebih senang lihat pengusaha punya kepedulian terhadap kehidupan para pekerjanya, sampai menarget setiap anak pekerjanya harus dibantu agar bisa sekolah tinggi sampai jadi sarjana. Saya baru tahu ada yang begini. Saya terharu. Semoga Cimory Indonesia makin sukses ke depannya. Anak saya juga suka sekali dengan produk Cimory.
Murid SD Internasional
Kalau orang tua kita -- yang sudah berusia senja -- bilang bahwa sego pecel bikin kaki kesemutan, atau gethuk lindri bikin pantat kram, atau bika ambon bikin badan meriang, jawaban kita sebagai anak adalah: sami'na wa atho'na saja dulu, jangan dibantah, apalagi dikoreksi dengan sederet penjelasan ilmiah. Kurma mentah... bikin aortic dissection? Apalagi itu! Wajib hukumnya bagi kita sebagai anak untuk menganggukkan kepala secepat mungkin. Cukup iyakan. Enggak mahal! Idkholas surur ilal qalbil insan 'ibadah -- memasukkan kegembiraan ke dalam hati seseorang adalah ibadah. Apalagi ini orang tua. Bikin seneng orang tua itu wajib, dan membantahnya dalam urusan sepele itu makruh. Semoga prinsip dasar ini dipahami. _
Juve Zhang
Bruce Lee bilang Susu itu baik buat Anak Sapi tapi bukan Anak manusia .....sangat khas Bruce Lee....one inch Punch....legenda Bruce Lee kata karateka Yasuaki Kurata..:" Yasuaki Kurata bintang film karateka mengatakan otot tangan Bruce Lee kalau dipegang sekeras Besi ".....jabatan tangan Bruce Lee bisa bikin remuk tulang jejari saking kuatnya.....Bruce Lee bisa push up dua jari satu tangan.... legendaris paling hebat ....hanya ada satu Bruce Lee...
Sadewa 19
Pok Ame Ame belalang kupu-kupu Siang Minum Nasi kalau malam Makan Susu Dan akhirnya lagu pok ame-ame itu pun berubah, seiring berubahnya jaman.
Mbah Mars
Saat berada Bukit Uhud dan mengunjungi makam Hamzah, ingatan saya selalu kembali pd novel Qatīlu Ḥamzah karya Najīb al-Kailānī. Novel sejarah ini bkn sekadar kisah perang, melainkan potret getir tentang iman, pengorbanan, dan luka yg ditinggalkan sejarah Islam. Qatīlu Ḥamzah mengisahkan Hamzah bin ‘Abdul Muththalib, paman Nabi Muhammad , yg dikenal sbg Singa Padang Pasir: ksatria gagah, jujur, dan sepenuh hati membela Islam. Perang Uhud menjadi titik balik dramatis. Hamzah gugur bukan krn kalah di medan laga, melainkan krn dibunuh secara licik oleh Wahsyi, budak asal Habsyi yg dijanjikan kemerdekaan. Di balik tragedi itu ada Hindun binti ‘Utbah, istri Abu Sufyan, yg menyimpan dendam krn ayah, paman, dan saudaranya tewas dlm perang Badar. Ia memprovokasi Wahsyi agar membunuh Hamzah. Wahsyi tdk menantang duel, tdk berhadapan ksatria dgn ksatria. Ia bersembunyi di balik batu, menunggu Hamzah lengah, lalu melempar tombak dari jarak jauh hingga Hamzah gugur bersimbah darah. Hindun memutilasi jasad Hamzah, bahkan mengunyah hatinya sbg simbol kebencian jahiliah. Kisah ini tdk berhenti pd tragedi. Al-Kailānī jg menghadirkan ruang taubat. Saat Fathu Makkah, Wahsyi memeluk Islam dan mengakui dosanya di hadapan Rasulullah. Ia dimaafkan, meski diminta tak sering tampak krn luka batin itu terlalu dalam. Kelak, Wahsyi menebus masa lalunya dgn ikut memerangi Musailamah al-Kadzdzab. Hindun pun masuk Islam, dendamnya luluh, hidupnya berubah. Begitu jg Abu Sufyan, suaminya.
Echa Yeni
Bca Cimory,jdi ingin beli. Mumpung jumAh berkAh isa sbgai hadiah bwt dirisen diri. Jumat bnyakin Sholawat. Salam lan Salimm
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
MEMBACA CHDI DENGAN DETIL KATA PER KATA: DARI SUSU GUNUNG JADI RAKSASA.. Saya berhenti di kalimat “Cisarua Mountain Dairy”. Nama yang terdengar sederhana. Tapi justru di situ kekuatannya. Berangkat dari susu peternak Puncak. Bukan dari laboratorium mahal. Bukan dari konglomerasi lama. Dari kandang sapi. Lalu pelan-pelan jadi raksasa. Bagian logo dua warna merah putih juga menarik. Banyak perusahaan pakai nasionalisme sebagai slogan. Cimory menaruhnya di logo "sejak awal": “Dari Indonesia untuk Indonesia.” Bkan tempelan belakangan. Tapi niat yang ikut tumbuh dari awal bersama bisnisnya. Lalu disebut Bambang alumnus Karang Turi Semarang. Sekolah memang bukan jaminan sukses. Tapi kultur disiplin dan jejaring sering jadi bensin tambahan. Apalagi kalau lulusannya banyak jadi pengusaha besar. Itu bukan kebetulan murni. Yang paling bikin alis naik tentu angka pertumbuhan dua digit. Di tahun sulit pula. Artinya produknya bukan sekadar tren sesaat. Tapi sudah jadi "kebiasaan pasar". Ulang tahun ke-20 jadi terasa bukan perayaan umur. Tapi perayaan ketahanan. Dari lereng gunung ke rak pendingin seluruh negeri. Dari koperasi susu ke perusahaan publik. Cerita klasik. ### (((Tapi tetap enak diminum.)))..
doni wj
Disedot dan dihisap, apa bedanya? Ini sangat berkaitan dengan tebak-tebakan, "Apa perbedaan antara susu dekat dengan susu jauh?" Susu jauh namanya "susu.." Susu dekat namanya "khukhu..
riansyah harun
Kalau puluhan tahun lalu, seorang bapak yang waktu itu belum ganti hati dan ganti "selang" Aortanya, jika menemukan tulisan yang dihasilkannya sendiri kacau seperti itu, mungkin gagang sapu atau bak tinta mesin cetak zaman lampau itu yang akan melayang menghantam lantai percetakan. Bagaimana tidak, editornya "kelupaan" memeriksa tulisan bossnya. Dimana kalimat bukan PENGENCER dalam menjalankan Susu Cimori (atau Perusuh Disway bisa mengartikannya) serta ada satu lagi..., ups di Madinah saat ini barangkali sudah ada dijual BASI Goreng...???
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
MISS CIMORY, DARI DAPUR BISA SAMPAI KE MADINAH.. Saya senyum sendiri baca ini. Yang dijual susu. Tapi dapat hadiah umrah. Dan yang disentil justru soal akhlak. Lengkap. Dunia dapat, akhirat dapat. Model bisnis dan marketingnyanya juga menarik. Bukan sales keliling yang dikejar target sambil dikejar debt collector. Ini ibu-ibu. Jualan sambil urus rumah. Tapi omzetnya bisa bikin bapak-bapak salah tingkah. Rp100 juta sebulan itu bukan angka yang bisa dianggap sekadar uang jajan arisan. Cimory paham satu hal penting: jaringan emak-emak itu lebih kuat dari sinyal 5G. Sekali percaya, pelanggan lengket. Sekali kompak, pasar digulung. Yakult pun dibuat minggir pelan-pelan. Yang lebih “kena” justru efek sosialnya. Anak Miss Cimory bisa kuliah. Wisuda dirayakan. Ini bukan cuma distribusi yogurt. Ini distribusi harapan. Bahasa kerennya: empowerment. Bahasa warungnya: ibu-ibu naik kelas. Dan istilah “makan susu” itu jenius. Bikin orang mikir dua detik, lalu lapar. Marketing yang bukan cuma masuk perut, tapi juga masuk kepala. Dari Puncak ke Madinah. Dari botol yogurt ke tiket umrah. Ternyata jalan ke Tanah Suci bisa lewat kulkas pendingin.
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Tanggal 2 Februari kemarin, 1 orang karyawan kami juga baru pulang dari umrah. Dibiayai perusahaan juga. Mulai tahun 2022 selalau ada 1 atau 2 karyawan yang dapat kesempatan umrah gratis dari perusahaan. Plus uang saku pula. Harapan saya: mereka mendoakan perusahaan tempat mereka bekerja. Di tempat yang paling ijabah itu. Namun sang karyawan yang baru pulang tangval 2 kemarin itu pengalamannya lebih istimewa lagi karena baru sekali ini dia bertemu dengan ibu mertuanya setelah 21 tahun menikah. Anda tidak salah, 21 tahun menikah dan baru bertemu ibu mertuanya! Ceritanya, ibu mertuanya bekerja sebagai TKW di Jeddah jauh sebelum karyawan saya ini menikah. Sejak tahun 90-an. Namun entah kenapa, sang ibu ini tidak bisa pulang ke Indonesia. Dugaan saya terkait dokumen imigrasi. Di kampung memang sering saya dengar ada TKI yang kalau pulang ke Indonesia, tidak akan bisa balik lagi ke negara tempat ia bekerja. Pokoknya kalau masih mau kerja, dia tak boleh pulang. Tak punya pilihan. Termasuk ibu mertua dari karyawan saya itu. Ketika anak-anaknya menikah, dia tidak mudik ke Indonesia. Bahkan ketika suaminya meninggal, dia pun tetap memilih tetap bekerja. Tidak pulang. Sangking senangnya ada menantu datang ke Saudi, sang ibu berangkat dari Jeddah ke Mekkah untuk menemui menantunya. Bahagia terpancar dari foto yang dikirimkan ke saya. Sayangnya, sang anak tidak bisa ikut umrah. Ceritanya panjang. Sang ibu sudah cukup bahagia (akhirnya) bisa bertemu menantunya.
Sogia Manom
Yang di foto itu orang orang HEBAT semua, Kurang dari sepuluh tahun sudah menduduki jabatan Head Sales bahkan Head Regional, LUAR BiASA HEBAT, sedangkan sy hingga Presiden ganti 4 x hanya jadi sales frozen biasaaa....
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DARI BOTOL SUSU, KE BANGKU KULIAH.. Saya tersentuh di kalimat soal anak Miss Cimory yang harus bisa kuliah sampai sarjana. Itu bukan target penjualan. Itu target kehidupan. Dan dirayakan tiap wisuda. Perusahaan rasa keluarga. Bukan cuma jaringan distribusi. Cerita Fikri menambah warna. Anak Solo. Karier tumbuh bersama Cimory. Anaknya kursus di Kampung Inggris Pare. Artinya mimpi orang tua naik kelas pelan-pelan jadi nyata. Dari jual yogurt, bisa beli masa depan. Lalu Fanya. Ini kisah yang lebih dramatis. Anak nenek. Tumbuh jauh dari orang tua. Sekolah pertanian. Karier menanjak sampai keliling Singapura dan Malaysia. Sekarang pegang region Bali dan Lombok. Dari Kotabumi ke panggung regional. Itu lompatan sosial yang nyata. Di ujung cerita muncul lagi istilah “makan susu”. Kedengarannya aneh. Tapi justru itu kekuatan marketingnya. Bikin orang berhenti sebentar. Lalu penasaran. 1). Susu bukan cuma diminum. 2). Tapi juga dioles. 3). Dimakan. Dinikmati dengan cara baru. Jadi yang dijual bukan sekadar produk. Tapi mobilitas sosial. Dari dapur rumah ke bandara internasional. Dari roti tawar ke mimpi besar.
Jokosp Sp
"Siang makan nasi kalau malam minum susu". "Eh bukan ....., siang malam makan susu". Suami sambil asik menyanyi ke arah kamar mandi. Gedubrak....prangggg.... tiba-tiba ada piring melayang. "Enak saja disamakan dengan makanan. Mulai besok, gag ada lagi mimik susu. Mama ganti saja Cimory mulai hari ini menu di rumah ! ! !". Nah salah pulang, ini gara-gara kepagian baca tulisan di Disway. Kapok ndak?.
Lagarenze 1301
Untunglah bukan "babi goreng". Kalau kata itu yang salah ketik menjadi huruf "n", bisa panjang ceritanya. Masalah utamanya bukan karena huruf "b" dan "n" berdekatan. Atau karena jempol kiri kebesaran. Tapi, karena keyboard HP kekecilan. Jadi, solusinya, LEM BIRU. Lem-nya ke saya saja.
Jokosp Sp
Pak Kiai menyampaikan : Ada perempuan tua datang konsultasi masalah hukum dengan Nabi. Ibu itu tergesa-gesa untuk pulang. Maka ditanya sama Nabi : Kenapa kamu terburu-buru?. Dijawabnya : Hamba ke sini tadi jalan kaki. Kalau hamba tidak buru-buru maka bisa kemalaman sampai di rumah. Baiklah. Nanti saya pinjami anak unta saya, jawab Nabi. Para sahabat saling bertanya : Apa yang bisa dilakukan Nabi dengan anak unta itu?. Setelah selesai dengan acaranya itu, Nabi menyampaikan ke sahabatnya : Tolong unta saya ini kasihkan ke perempuan tua itu. Di saat yang sama perempuan tua itu berkata : Tadi Nabi bilang anak unta. Kenapa ini unta tua yang diberikan ke saya?. Nabipun menjawab dengan bijak : Unta tuapun kan dari anak unta juga. Para sahabat akhirnya baru paham dari penjelasan sederhana itu. Dan perempuan tua itu berkata : Terima kasih junjungan kami, Nabi sangatlah bijaksana.
Muh Nursalim
Makan susu. Bagus itu. Sehat waras. Di tempat lain ada yg makan semen dan besi. Tak takut sama sekali. Juga tdk tersedak. Keciali kpk datang mendadak.
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Memang akan lebih sempurna andai kayawan saya kemarin berangkat umrah bersama istrinya. Sang istri bisa bertemu sang ibu setelah puluhan tahun tak bertemu. Apalagi sang ibu cukup mampu membiayai biaya perjalanan umrah untuk anaknyi. Sayangnya, sang istri baru saja kehilangan kaki kanannya. Diamputasi karena kanker. Istri karyawan saya itu menderita polio sejak kecil, di kaki kirinya. Kondisi itulah yang kata dokter menjadi salah satu faktor tumbuh sel kanker di telapak kaki kanannya yang bekerja jauh lebih keras. Pertengahan tahun lalu, kaki kanannya terpaksa harus diamputasi sehingga kini dia mutlak harus di kursi roda karena kaki kirinya lemah, dan kaki kanannya tiada. Sampai keberangkatan umrah kemarin, kondisi sang istri belum stabil. Masih harus bolak-balik ke rumah sakit untuk kemoterapi. Semoga nanti ketika sudah lebih stabil, sang istri bisa menjenguk ibunyi di Arab Saudi. Semoga.
Achmad Kadarusman
Guyonan Susu-Sus-Terukur. Sambil dengarkan Suara Surabaya edisi pagi. Membahas masalah TKA. Sekarang para murid, konteksnya tidak di wajibkan untuk ikut tapi menjadi syarat validasi ke jenjang lanjutan. Berarti ada penentu penilai kapasitas kecerdasan lewat TKA. Itu artinya faktornya banyak. Bisa jadi lewat MBG, atau Minum eh (Makan) susu lewat bakteri baiknya. Masalahnya soal soal itu nanti berbasis nalar. Setidaknya nanti bisa ngerjakan soal seperti ini , Bila A memerah susu sapi tiap 3 hari sekali dan B tiap 4 hari sekali. Lalu tanggal 6 Pebruari dia sama sama kerja, pada tanggal berapa dia masuk sama sama lagi? Atau pertanyaan seperti ini. Setelah susu diperah dan ditampung di bak ukuran panjang 2 m, lebar 3 m dan lebar 2 m. lalu hari itu ada pembeli susu dengan pesan 3 kaleng susu full dengan bentuk kaleng adalah tabung yang tingginya 10 cm dan diameter 7 cm. Maka masih sisa berapa liter susu nya? Silahkan di ukur. Selamat menuju Indonesia Emas.
Mbah Mars
Seorang ustadzah sedang ceramah. Ia menggunakan metode memancing jamaah agar meneruskan kalimatnya. Ustadzah melantunkan kata: “Ibuuu…mengandung…melahirkan…menyusui aaaaa….” Jamah serempak menyahut: “yaaaaaaaaaahhhh”
Gregorius Indiarto
Selain disedot, diisap dan dimakan, masih ada cara lain menikmati susu: dijilat, diemut, diseruput, diteguk, ditenggak, diminum,... Met pagi, salam sehat, damai dan bahagia.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DISMORNING – 6 FEBRUARI 2026.. Pagi buta dari Makkah. Pak Dahlan menyapa dengan napas belum sepenuhnya istirahat. Di studio ada Mbak Sasa dan tim redaksi. Latar belakangnya Masjidil Haram berkilau. Cahaya berlimpah. Suasana langsung bikin hati ikut terang. Pembukaannya sederhana tapi menyentuh. Cerita dimulai dari thawaf sambil mendorong kursi roda istri yang baru operasi lutut. Pilih lantai dua. Satu putaran 960 langkah. Tujuh putaran hampir 7.000 langkah. Belum sa’i. Ibadah jadi olahraga. Olahraga jadi ibadah. Obrolan melebar. Kereta cepat Madinah–Makkah. Dua jam. Kecepatan sempat sentuh 300 km per jam. Kota Makkah digambarkan seperti mangkuk dikelilingi gunung batu. Terowongan di mana-mana. Infrastruktur bikin takjub. Jam menara raksasa disebut masih tertinggi di dunia. Yang menarik justru hal-hal kecil. Orang Indonesia di mana-mana. Ramah. Suka minta foto. Listrik masjid dibahas. Dari minyak dan gas. Lalu nyenggol soal kilang minyak Indonesia. Penjelasan teknis tapi ringan. Netizen diminta jangan mudah curiga. Penutupnya hangat. Belum tidur tapi tetap bisa berbagi cerita. Dari Tanah Suci, rasa lelah kalah oleh rasa syukur. Pendengar ditinggal dengan rindu. Ingin ke sana. Lagi. Dan lagi..
Ahmad Zuhri
Tulisan Abah hari ini kok pas sekali dengan apa yg sedang saya rintis.. Berawal memberdayakan saudara yg janda, saya dorong jadi Miss Cimory.. akhirnya saya ajak kolaborasi bersama 4 orang, sementara offline mulai jalan lumayan sambil persiapan online nanti. Bismillah.. semangat pagi ????
Murid SD Internasional
Sebagian rekan, menjadikan umrah sebagai cita-cita ibadah tertinggi. Kalau saya pribadi, kelak kalau sudah besar dan sudah punya uang banyak, saya cuma ingin
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
MINUM SUSU.. 1). Minum susu itu menyehatkan, karena nilai gizinya tinggi. 2). Minum susu itu juga menyenangkan. Bagi yang meminum maupun yang diminum.. ### ((((Dah. Begitu saja..))))..
Em Ha
"Susu" yang tidak diisap dan disedot itu bikin sakit. Itu kata istri yang sudah melahirkan 4 kali. Air susunya mesti mengalir. Jika tidak, ia bengkak. Ada situasi sang bayi belum agresif atau sudah kenyang. Air susu masih banyak. Diperas jalan alternatifnya. Pakai pompa ASI. Sebenarnya ada jalan lain. Minta bantuan ayah sang bayi. Tapi belum genap 40 hari. Air yang tergenang cenderung rusak atau keruh. Air mengalir biasanya bersih atau jernih. Memberangkatkan karyawan atau pegawai umroh. Rizki melimpah semakin bertambah. Pokok kayu semakin ditebang, semakin bercabang. Orang kaya berbagi sayang, harta tambah berkembang. Tanam kacang tepi parit/ Tempat itik mencari makan/ Andai abang banyak duit/ Emas adik sepanjang lengan/. Kacang patah ditempa dahan/ Gugur daunnya ditiup angin/ Lagi susah berangan-angan/ Kalau dah kaya berbini yang lain/. Puisi laki teragak makan susu, dijawab bini yang punya wadah. Gombal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 19
Silahkan login untuk berkomentar