KPK Borong OTT 2 Kepala Daerah Sekaligus dalam Sehari, Kasus Fee Proyek dan Suap Jabatan

Selasa 20-01-2026,14:09 WIB
Reporter : Fajar Ilman
Editor : Subroto Dwi Nugroho

JAKARTA, DISWAY.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan dua Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap kepala daerah dalam satu hari, Senin, 19 Januari 2026. 

Kedua kasus tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi fee proyek serta praktik suap pengisian jabatan.

Pertama, Walikota Madiun Wali Kota Madiun, Maidi, terkait fee proyek dan dana CSR.

BACA JUGA:Alissa Wahid Ingatkan Petugas Haji 2026 Layani Lansia Sepenuh Hati dan Ramah Perempuan

BACA JUGA:Fakta Pemotongan Anggaran Pendidikan untuk Program MBG Dibeberkan Wakil Kepala BGN: Menteri Keuangan Ungkap Sumber Dana

Dari 15 orang yang diamankan, 9 termasuk Maidi diboyong ke Jakarta untuk kepentingan penyelidikan. 

"Pertama terkait dengan peristiwa tertangkap tangannya para pihak terduga pelaku tindak pidana korupsi di wilayah Madiun," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan dikutip, Selasa 20 Januari 2026.

"Sembilan orang tersebut, yang pertama adalah kepala daerah atau Wali Kota Madiun, kemudian dua dari ASN, dan enam di antaranya adalah dari pihak swasta," lanjutanya.

Adapun barang bukti yang diamankan dalam tangkap tangan ini, KPK menemukan uang sejumlah ratusan juta rupiah. 

"Nanti detailnya akan kami sampaikan pada saat konferensi pers," jelas Budi.

BACA JUGA:Rincian Harta Kekayaan Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK Rp31,5 Miliar, Tak Punya Utang

BACA JUGA:Rismon Sianipar Tanggapi Santai Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Tempuh Restoratif Justice: Silahkan Menepi, Kami Lanjutkan Perjuangan

Dihari yang sama, KPK juga menangkap, Bupati Pati Sudewo, yang diduga berkaitan dengan praktik suap dalam proses pengisian jabatan perangkat desa di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Sudewo bersama 8 orang lainya yang ditangkap KPK tiba ke di gedung Merah Putih, sekitar pukul 10.45 WIB.

"Pagi ini delapan orang yang diamankan sudah tiba di Gedung KPK Merah Putih, yang pertama kepala daerah atau Bupati Pati, kemudian dua camat, tiga kepala desa, dan dua calon perangkat desa," ungkap Budi.

Kategori :