"Karena itu yang akan menjadi pondasi kita untuk memaju ke depan, jangka panjang, sustainable dan bermanfaat untuk semua. Banyak sekali kan, value, purpose, jadi kebetulan ini kan wadah ya. Dari awal perusahaan ini tumbuh kembang dengan values and purpose untuk menghadirkan kemanfaatan.
Retno menambahkan, bahwa nilai manfaat suatu produk yang dihasilkan harus memiliki keberlanjutan dan nilai kemanusiaan. Ia berpesan agar masyarakat bisa menjaga nilai kemanusiaan di tengah situasi ketidakpastian global.
BACA JUGA:Update Status Bendung Katulampa Bogor Terbaru, Warga Jakarta Tetap Siaga
"Tadi kan banyak sekali dibicarakan mengenai kemanfaatan bagi orang banyak. Jadi jangan sampai perubahan ini kita ikut bingung nilai-nilai kemanusiaan kita menjadi hilang, rasa solidaritas kita menjadi hilang dan sebagainya. Kalau itu yang terjadi maka we are going nowhere."
Menlu dua periode ini juga menyoroti masifnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Menurutnya, penggunaan AI bisa memacu perkembangan usaha yang baik apabila digunakan dengan bijak.
"Dan ternyata bahwa AI yang dengan purpose hasilnya lebih bagus. Tadi ada datanya kan, aku tadi portrait beberapa datanya Bavna seperti itu. Jadi kita harus tetap bersama-sama dari semua lini, dari semua bidang. Kita maju, kita maju cepat tapi jangan sampai pegangan kita, kompas kita itu lepas," pungkasnya.