"Peristiwa ini menunjukkan keterkaitan yang kuat antara morfologi lereng curam, batuan vulkanik lapuk, struktur geologi, dan pengaruh curah hujan tinggi terhadap terjadinya longsor berskala luas," jelas Lana.
Seiring dengan tingginya potensi longsor susulan, Badan Geologi meminta warga yang tinggal di sekitar lereng curam segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
"Masyarakat yang tinggal di dekat lereng curam diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat dan setelah hujan deras, mengingat potensi terjadinya gerakan tanah susulan masih tinggi," tegas Lana.
BACA JUGA:Lanjutkan Pencarian Longsor Cisarua, Basarnas Kerahkan 9 Excavator dan 2.129 Personel
Dalam proses penanganan bencana dan pencarian korban, Badan Geologi juga mengingatkan agar keselamatan petugas di lapangan menjadi prioritas utama.
"Penanganan longsoran dan pencarian korban hilang agar memperhatikan cuaca, agar tidak dilakukan pada saat dan setelah hujan deras, karena daerah ini masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan yang bisa menimpa petugas," pungkasnya.