Bikin Netizen Curiga, Kang Dedi Semprot Sudrajat Penjual Es Gabus Viral: Babeh Kebanyakan Bohong!

Bikin Netizen Curiga, Kang Dedi Semprot Sudrajat Penjual Es Gabus Viral: Babeh Kebanyakan Bohong!

Penjual Es Gabus yang Viral usai difitnah oleh polisi dan TNI, Sudrajat, disemprot Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai berbohong perihal bantuan-KDM Channel-

JAKARTA, DISWAY.ID - Penjual Es Gabus yang Viral usai difitnah oleh polisi dan TNI, Sudrajat, disemprot Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai berbohong perihal bantuan yang diterima sejumlah pihak.

Babeh Ajat, sapaannya, diketahui menjadi sorotan usai banyak konten kreator yang memberikan bantuan karena terenyuh dengan peristiwa fitnah es gabus yang dituding menggunakan spons.

BACA JUGA:Babinsa yang Fitnah Penjual Es Gabus di Kemayoran Di-Sanksi Berat Kodim Jakpus!

BACA JUGA:Penjual Es Gabus Dituduh Pakai Spons, Bahan dan Proses Pembuatannya Cuma Pakai Tepung

Saat bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ajat mengaku salah dan meminta maaf.

Dikutip disway dari Chanel YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, KDM menanyakan soal nasib Sudrajat usai dihardik oknum polisi dan TNI terkait barang dagangannya yang dituding berbahayaa. 

"Bapak sudah berapa hari enggak usaha?" tanya KDM.

"Empat hari," jawab Sudrajat yang tak lagi berjualan setelah es gabus dagangannya setelah dituduh mengandung bahan berbahaya.

Sudrajat lantas curhat soal biaya sekolah anak. KDM menanyakan soal biaya SPP sang anak yang disebut Sudrajat menunggak. 

"Rp1,5 juta, Pak. Udah empat bulan enggak bayar-bayar," kata Sudrajat.

Pengakuan Sudrajat rupanya tak dipercaya KDM lantaran sekolah negeri seharusnya gratis.

BACA JUGA:Sidang Isbat Awal Puasa 1447 H Dijadwalkan Kemenag 17 Februari 2026, Persiapan Menuju Bulan Suci Ramadhan!

"Enggak mungkin pak sekolah negeri, SD, bayar Rp200 (ribu). Nanti saya cek sekolahnya," imbuh KDM.

Usai diomeli KDM, Sudrajat mengubah pengakuannya bahwa hanya menunggak satu bulan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads