Penelitian BRIN Jadi Indikator Mengukur Kandungan Tembakau Alternatif, Termasuk Kadar Nikotin

Penelitian BRIN Jadi Indikator Mengukur Kandungan Tembakau Alternatif, Termasuk Kadar Nikotin

Hasil penelitian BRIN menunjukkan bahwa dari sembilan senyawa toksikan utama yang dianalisis, kadar senyawa berbahaya yang terdapat pada emisi rokok elektronik tercatat secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan yang ditemukan pada asap rokok. --istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Sejumlah penelitian mulai membandingkan profil risiko antara rokok dan produk tembakau alternatif, khususnya terkait paparan zat berbahaya yang dihasilkan dari kedua produk tersebut.

Salah satunya adalah penelitian terbaru bertajuk “Evaluation of Laboratory Tests for E-Cigarettes in Indonesia Based on WHO’s Nine Toxicants” yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

Hasil penelitian BRIN menunjukkan bahwa dari sembilan senyawa toksikan utama yang dianalisis, kadar senyawa berbahaya yang terdapat pada emisi rokok elektronik tercatat secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan yang ditemukan pada asap rokok. 

BACA JUGA:Beli Vape Wajib Pakai KTP? Muncul Wacana Larangan Penjualan untuk Usia di Bawah 21 Tahun

Di tengah maraknya misinformasi produk tembakau alternatif (PTA), Gerakan Bebas TAR & Asap Rokok (GEBRAK) menggelar diskusi publik bertajuk “Ngobrol Santai Bareng GEBRAK: Kenal Lebih Dekat Produk Tembakau Alternatif & Cara Pakainya Secara Bertanggung Jawab” di Tangerang Selatan, Banten.

Kegiatan yang mengundang berbagai komunitas ini menjadi ruang edukasi untuk berbagi informasi mengenai penggunaan produk tembakau alternatif secara bertanggung jawab. 

Ketua GEBRAK, Garindra Kartasasmita, mengatakan edukasi publik ini sangat krusial agar masyarakat, salah satunya konsumen, memperoleh informasi yang akurat dan berimbang mengenai produk tembakau alternatif.

Menurutnya, banyak perokok dewasa yang sebenarnya ingin mencari alternatif dari rokok tetapi masih kebingungan karena minimnya informasi yang komprehensif.

BACA JUGA:Penyalahgunaan Vape Makin Marak, Asosiasi Dorong Tindak Tegas

“Tantangan terbesarnya justru saat ini adalah hoaks dan misinformasi. Kalau tahun 2018–2019 edukasi jauh lebih mudah karena orang fokus pada perubahan positif yang dirasakan di badannya. Sekarang banyak informasi miring di media sosial yang membingungkan masyarakat,” kata Garindra.

Produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik (vape), produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin telah terbukti secara kajian ilmiah memiliki profil risiko yang berbeda dengan rokok.

Perbedaan paling signifikan adalah proses cara menghantarkan nikotin, di mana rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan mengimplementasikan sistem pemanasan, tidak seperti rokok yang melalui pembakaran.

“Produk tembakau alternatif menyalurkan nikotin dengan profil risiko yang berbeda dibandingkan rokok. Seperti mobil, ada yang menggunakan bahan bakar bensin dan listrik. Keduanya sama-sama kendaraan, namun mobil listrik memiliki profil risiko yang lebih rendah (dalam hal polusi),” katanya. 

BACA JUGA:Polisi Bekuk 2 Pelaku Peredaran Narkoba, Sita Sabu dan 81 Catridge Vape Mengandung Etomidate

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: