Penelitian BRIN Jadi Indikator Mengukur Kandungan Tembakau Alternatif, Termasuk Kadar Nikotin

Penelitian BRIN Jadi Indikator Mengukur Kandungan Tembakau Alternatif, Termasuk Kadar Nikotin

Hasil penelitian BRIN menunjukkan bahwa dari sembilan senyawa toksikan utama yang dianalisis, kadar senyawa berbahaya yang terdapat pada emisi rokok elektronik tercatat secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan yang ditemukan pada asap rokok. --istimewa

“Bahkan, 3 sampai 4 zat toksikan utama tidak ditemukan sama sekali di rokok elektronik. Inti perbedaannya memang terletak pada keberadaan TAR dari proses pembakaran yang dilakukan,” terang Garindra.

Berkat profil risikonya yang rendah, produk tembakau alternatif telah digunakan di sejumlah negara maju seperti Inggris, Jepang, dan Kanada, sebagai bagian dari strategi untuk menekan prevalensi merokok. 

“Di Inggris bahkan ada program subsidi produk alternatif bagi perokok yang membutuhkan. Kami berharap Indonesia juga dapat memiliki kerangka regulasi pengurangan risiko yang lebih suportif, sehingga benar-benar memfasilitasi perokok dewasa yang ingin beralih, bukan justru membatasi ruang informasi bagi masyarakat,” ungkap Garindra.

BACA JUGA:Vape Lewat, Ngerinya Penyalahgunaan Whip Pink Dibongkar Spesialis Paru: Ini Bukan Krim Kue Biasa!

Penggunaan yang Bertanggung Jawab

Selain derasnya misinformasi, Garindra juga menyayangkan maraknya penyalahgunaan rokok elektronik. Akibatnya, reputasi produk tembakau alternatif sebagai opsi beralih dari kebiasaan merokok bagi perokok dewasa terus mendapatkan penilaian yang negatif.

Kini, desakan untuk melarang peredaran dan penggunaan terhadap produk ini semakin luas. 

“Sebagai pengguna kadang menjadi risih dan bingung kalau ada satu berita negatif langsung viral. Tetapi kabar positifnya, banyak perokok dewasa yang berhasil berhenti dari rokok berkat produk tembakau alternatif justru jarang terekspos dan sulit dikonfirmasi ke masyarakat,” ujarnya. 

BACA JUGA:BNN Amankan WNA Malaysia dan Sita 3.000 Cartridge Vape Mengandung Narkoba

Sebagai mantan perokok, Erwin yang merupakan anggota Yamaha NMAX Club Indonesia (YNCI) Chapter Tangerang Selatan, berbagi pengalaman mengenai keberhasilan sejumlah rekan di komunitasnya untuk berhenti dari kebiasaan merokok.

“Banyak di komunitas kami yang tadinya tergolong perokok berat. Tapi karena melihat teman-teman sebelumnya yang pakai rokok elektronik dan berhasil berhenti merokok, banyak yang merasa ingin coba pakai. Sampai detik ini, mereka sudah pakai rokok elektronik,” tuturnya.

Pengguna rokok elektronik sekaligus anggota komunitas Matic Dizzy Person, Mamet, menceritakan pengalamannya beralih ke rokok elektronik sebagai upaya untuk mengurangi risiko yang selama ini ia rasakan akibat dari kebiasaan merokok.

Ia mengaku merasakan sejumlah perubahan positif setelah memutuskan untuk menggunakan produk tembakau alternatif.

BACA JUGA:Polisi Bekuk 2 Pelaku Peredaran Narkoba, Sita Sabu dan 81 Catridge Vape Mengandung Etomidate

“Perubahannya sangat terasa. Pertama soal penampilan, gigi saya sekarang tidak kuning lagi seperti dulu saat masih merokok. Bau badan dan baju juga jadi lebih bersih,” bebernya.

Dengan efektivitas dalam membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok, Garindra mendorong agar edukasi mengenai produk tembakau alternatif perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait