JAKARTA, DISWAY.ID - Gregory Bovino komandan ICE Amerika dipecat buntut penembakan Minneapolis yang memicu protes besar dari mayarakat.
Akibat kerusuhan ini, pemerintah Amerika menurunkan hingga 3.000 petugas untuk melakukan pengamanan di Minnesota, Minneapolis.
Selain di Minnesota, warga kota lainnya juga ikut turun ke jalan memprotes penambakan dan aksi kekerasan yang dilakukan oleh ICE.
Protes berawal saat anggota ICE menembak mati Renee Nicole Good pada Rabu 7 Januari 2026.
BACA JUGA:Thomas Djiwandono Tekankan Sinergi Fiskal-Moneter Pacu Pertumbuhan Ekonomi
BACA JUGA:Manchester United Gelontorkan Rp2,7 Triliun Demi Cole Palmer
Aksi ini semakin memuncak saat ICE kembali menembak Alex Pretti yang merupakan seorang perawat pada Minggu 25 Januari lalu.
Pemberhentian komandan ICE disampaikan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika bahwa Gregory Bovino dikeluarkan dari penugasannya di Minneapolis.
Pemberhentian Bovino ini disampaikan untuk memperlancar penyelidikan yang akan dilakukan oleh pemerintah Amerika terkait dua penembakan yang mematikan ini.
Penyelidikan ini dilakukan dengan serius, bahkan Presiden Amerika Donald Trump mengirim utusan khusus.
Trump menyempaikan abhwa dirinya mengutus Tom Homan dan mantan pelaksana tugas direktur Imigrasi dan Bea Cukai untuk mengambil alih kasus ini.
BACA JUGA:Inilah Warna yang Menenangkan untuk Tahun 2026: 'Rhythm of Blues' Makin Cocok untuk Segala Aktivitas
BACA JUGA:BULOG Tegaskan Kesiapan Pasokan Dukung Ekspor Beras Ke Arab Saudi
“Saya mengirim Tom Homan ke Minnesota dan akan melapor langsung kepada saya,” tulis Trump di akun Truth.
Kepala Kepolisian Minneapolis, Brian O’Hara, mengatakan beberapa tindakan yang dilakukan oleh Bovino di kota itu bukannya menurunkan menenangkan kondisi yang ada, namun menambah ketegangan masyarakat.