Maarten Paes ke Ajax Amsterdam: Lebih dari Sekadar Transfer, Simbol Kebangkitan Timnas Indonesia

Rabu 28-01-2026,14:21 WIB
Reporter : Subroto Dwi Nugroho
Editor : Subroto Dwi Nugroho

Di level timnas, Paes harus bersaing dengan Emil Audero, kiper yang bermain di Serie A Italia, liga dengan intensitas dan kualitas yang sangat tinggi.

BACA JUGA:Manchester United Terancam Gagal Rekrut Wonderkid Rennais, Al-Hilal Agresif Ajukan Tawaran Fantastis

BACA JUGA:Bukan Persib Bandung, Maarten Paes Justru Gabung Ajax Amsterdam dengan Kontrak 2,5 Tahun

Jika Paes masih bermain di MLS bersama FC Dallas, wajar bila pelatih lebih condong memilih Audero karena terbiasa menghadapi tekanan dan lawan kelas atas. 

Namun, ketika Paes tampil reguler di liga utama Belanda dan membela klub sekelas Ajax yang konsisten bermain di kompetisi Eropa, pertarungan posisi kiper utama Timnas akan menjadi jauh lebih seimbang dan rasional.

Kebutuhan Ajax dan Momentum yang Tepat

Dari sisi Ajax sendiri, kebutuhan akan kiper baru memang nyata.

Beberapa penjaga gawang mereka saat ini telah memasuki usia senja, bahkan ada yang berusia di atas 40 tahun, serta ada pula kiper yang masa peminjamannya telah berakhir. 

BACA JUGA:Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Korea Selatan di AFC Futsal 2026 Lengkap Cara Nonton

BACA JUGA:Thom Haye Hingga Ivar Jenner Disebut Bisa Dongkrak Kualitas Liga Indonesia, Pengamat: Tapi Harus Cepat Tune In

Kehadiran Maarten Paes diproyeksikan sebagai bagian dari regenerasi dan keberlanjutan proyek jangka panjang Ajax, meski kabarnya klub masih akan mendatangkan satu kiper tambahan.

Lebih jauh dari urusan teknis, kepindahan Maarten Paes ke Ajax membawa dampak simbolik yang besar. 

Pelatih Yusuf “Yoyo” Prasetio, pelatih asal Indonesia yang berkarier di FC Abdysh-Ata di Liga Kirgistan, mengatakan bahwa sepak bola Indonesia masih belum dianggap sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan di kawasan Asia Tengah dan Eropa.

Indonesia jarang dibicarakan, bahkan nyaris tak masuk radar sebagai negara sepak bola. 

Padahal, ketika Timnas Indonesia hampir menembus Piala Dunia, pencapaian itu pun belum cukup mengubah persepsi global. 

BACA JUGA:Bung Kesit Ungkap Alasan Pemain Naturalisasi Timnas Hijrah ke Liga Indonesia

Kategori :