Hal senada disampaikan Rektor UNAND Efa Yonnedi, Ph. D. Ia menilai kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi sangat penting dalam menjaga ketahanan pendidikan pascabencana.
“Pemulihan tidak hanya menyangkut infrastruktur fisik, tetapi juga keberlanjutan pendidikan dan masa depan generasi muda. Beasiswa ini memberikan harapan dan kepastian bagi mahasiswa terdampak di UNAND. Kami mengapresiasi kolaborasi CCEP Indonesia dan APINDO yang menunjukkan kepedulian nyata terhadap pemulihan sosial jangka panjang,” ungkapnya.
BACA JUGA:Prabowo Siap Gandeng Kampus Top Inggris, Perkuat Pendidikan Tinggi Indonesia
Hal senada disampaikan oleh Prof. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., Wakil Rektor 3 Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Universitas Sumatera Utara. Dirinya menyampaikan, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi salah satu bentuk dukungan penting dalam menjaga akses pendidikan bagi mahasiswa terdampak bencana.
“Kami mengapresiasi inisiatif CCEP Indonesia yang memberikan perhatian pada sektor pendidikan pasca bencana. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban mahasiswa secara finansial, tetapi juga memberikan motivasi moral bagi mereka untuk terus berprestasi,” ucap Prof. Poppy.
Sementara itu, Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, menegaskan bahwa keberlanjutan pendidikan harus menjadi prioritas bersama, termasuk dalam situasi bencana.
BACA JUGA:Prabowo Siap Gandeng Kampus Top Inggris, Perkuat Pendidikan Tinggi Indonesia
Menurut Shinta, pendidikan tidak boleh terhenti karena bencana, dan di tengah kondisi sulit, korban terdampak bencana tetap berhak mendapatkan akses belajar sebagai bekal masa depan mereka.
Shinta menambahkan bahwa kolaborasi APINDO dan CCEP Indonesia mencerminkan komitmen nyata dunia usaha untuk berperan aktif dalam pemulihan sosial.
“Kolaborasi ini merupakan wujud tanggung jawab dunia usaha untuk hadir di saat masyarakat paling membutuhkan, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor usaha dan masyarakat dalam membangun ketahanan pascabencana,” ujarnya.
Dengan sinergi antara CCEP Indonesia, APINDO, dan perguruan tinggi, inisiatif ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi strategis dunia usaha dalam memperkuat ketahanan sosial dan memastikan masa depan generasi muda tetap terjaga, bahkan di tengah situasi bencana.
Pada kesempatan yang sama, CCEP Indonesia juga menyalurkan bantuan 222 unit mesin filter air bagi masyarakat terdampak bencana.
Bantuan ini nantinya akan didistribusikan melalui ketiga perguruan tinggi penerima bantuan beasiswa serta melalui Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (Yayasan HaKa).
Inisiatif ini bertujuan untuk membantu memulihkan akses terhadap air bersih dan air minum yang aman di wilayah yang terdampak banjir dan longsor.
Karina menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak dapat dipisahkan dari pemenuhan kebutuhan dasar, terutama akses air minum yang layak.