JAKARTA, DISWAY.ID – Tiga kampus yang terdampak bencana banjir Sumatera mendapatkan beasiswa pendidikan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan generasi muda yang terdampak bencana alam, sekaligus mendukung pemulihan sosial jangka panjang di wilayah terdampak, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan senilai 50.000 Euro bagi mahasiswa terdampak bencana di wilayah Sumatra.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) per Desember 2025, bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berdampak pada sejumlah 18.824 mahasiswa di 60 perguruan tinggi.
BACA JUGA:Indonesia Krisis Dokter, Inggris Digandeng Bangun 10 Kampus Kedokteran dan IT
Banyak di antaranya berisiko tidak dapat melanjutkan kuliah akibat kondisi ekonomi keluarga yang terdampak bencana.
Bantuan beasiswa ini disalurkan melalui Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan didistribusikan kepada para penerima manfaat melalui tiga perguruan tinggi, yaitu Universitas Syiah Kuala (Aceh), Universitas Sumatera Utara (Medan), dan Universitas Andalas (Padang).
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor Sekretariat APINDO di Jakarta, Jumat 30 Januari 2026.
Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Lucia Karina menyampaikan bahwa program beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen CCEP Indonesia dalam mendukung pemulihan sosial pascabencana, khususnya di sektor pendidikan.
BACA JUGA:China Berhasil 'Acak-Acak' AS, Ranking Harvard University Keok Dikalahkan Kampus Xi Jinping
“Pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam membangun ketahanan masyarakat pascabencana. Melalui program beasiswa ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban mahasiswa dan keluarga mereka, sekaligus memastikan mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan,” ujar Karina.
Karina menambahkan bahwa dukungan terhadap sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi pemulihan masyarakat.
Oleh karena itu, bantuan ini tidak hanya dipandang sebagai tanggap darurat, tetapi juga sebagai bagian dari kontribusi berkelanjutan dunia usaha dalam mendukung pemulihan dan pembangunan di wilayah terdampak.
Di saat yang bersamaan, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala menyampaikan apresiasinya atas dukungan beasiswa bagi mahasiswa terdampak bencana di Aceh.
BACA JUGA:Siap-Siap! 10 Kampus Buka Jurusan Kedokteran untuk Atasi Krisis Jumlah Dokter
“Bencana tidak hanya berdampak pada infrastruktur dan perekonomian masyarakat, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan studi mahasiswa. Beasiswa ini memberikan ruang bagi mahasiswa kami untuk tetap melanjutkan pendidikan dengan lebih tenang dan fokus,”