"Kepercayaan hanya pulih jika pasar melihat perubahan aturan main yang konsisten dan bisa diverifikasi, terutama pada keterbukaan data kepemilikan, likuiditas yang sehat, dan tindakan pengawasan atas pola transaksi tidak wajar," tutur Achmad.
"Integritas pembentukan harga harus diperkuat. Pengawasan atas transaksi tidak wajar, potensi koordinasi perdagangan, dan struktur kepemilikan yang menciptakan likuiditas semu harus tampak tegas," tambahnya.
Selain itu, dirinya juga turut menambahkan bahwa transisi kepemimpinan harus cepat dan kredibel.
"Dalam krisis, kekosongan komando adalah bahan bakar ketidakpastian. Pengganti harus datang dengan mandat pemulihan yang jelas, bukan sekadar melanjutkan rutinitas," tutup Achmad.