isi email menyebutkan, potongan yang tak digunakan itu dimaksudkan supaya pengiriman bisa diklasifikan sebagai "Karya Seni".
Pengiriman tersebut tiba di kediaman Jeffrey Epstein ini di bulan Maret 2017, usai dirinya menyelesaikan masa hukuman penjara dan terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual.
Alur Pengiriman Penutup Kain Kiswah Kabah
Selain ke AS, dokumen tersebut juga menjelaskan alur logistik pengiriman yang melibatkan beberapa nama, di antaranya Abdullah Al-Maari (koordinator dari sisi Arab Saudi), Daphne Wallace (asosiasi Epstein yang mengatur pengiriman), serta Chalmer Stauffer (mengurus bea cukai dan transportasi).
BACA JUGA:Pembunuhan Minneapolis Berujung Penutupan Sementara Pemerintahan Amerika
Barang yang diduga berisi kiswa ini dikirim dari Saudi ke Miami dan diteruskan ke kediaman Epstein di St. Thomas melalui perusahaan LSJE LLC.
Di dalam invoice, barang itu tercantum sebagai "KISWA - INNER" dan "KISWA - OUTER", serta diklasifikasikan sebagai "artwork from Saudi Arabia" untuk keperluan pengiriman lintas negara.
Namun, detail ini memperkuat dugaan jika potongan Kiswah ini benar-benar diperlakukan sebagai artefak seni dalam dokumen logistik.
Alasan Kiswah sangat Penting untuk Umat Islam
Kiswah merupakan kain hitam bersulam kaligrafi emas yang fungsinya untuk menutup Kabah.
Biasanya, kiswah akan diganti setiap tahun setelah musim haji.
Potongan kiswah lama akan dibersihkan, dipotong dan kemudian diberikan sebagai cenderamata resmi untuk tamu negara, pemimpin Muslim atau museum
Sayangnya, artefak sakral ini justru sampai ke tangan Epstein yang memiliki catatan kriminal sebagai pelaku kejahatan seksual hingga memicu pertanyaan besar mengenai mekanisme, motif serta jalur distribusinya.
Kasus ini pun viral di media sosial dan banyak netizen Muslim murka.
Di sisi lain, sebagian pihak mengingatkan jika kiswah bukanlah objek ibadah dalam Islam, melainkan hanya kain penutup Kabah yang secara hukum bisa dialihkan setelah masa pakainya berakhir-meski tetap sarat makna spiritual dan religius.
"Kiswah Kakbah memang diganti tiap tahunnya, kemudian dipotong-potong dan dibagi-bagi ke museum Islam/yayasan/institusi Islam di dunia, kok bisa kafir jahanam satu ini dapet kiswah Kakbah?" komentar salah satu netizen.
"kiswah ka'bah yang disucikan & disentuh jutaan jamaah pake doa & air mata, malah dijadiin karpet rumah sama monster kayak epstein? kalo ini beneran, ini penodaan paling jahat sih. gimana bisa benda sesakral itu lepas ke tangan orang kayak dia? beyond evil" kata netizen.
"Penutup ka'bah dibeli sama epstein trus buat karpet....... Please ya Allah adzab dia dan temen-temennya dunia akhirat," ujar netizen lainnya.
???? BREAKING:
— Jvnior (@Jvnior) February 1, 2026
Kaaba covering pieces were PURCHASED by Jeffery Epstein as CARPETS for his home.
The Kaaba Kiswa was shipped from Saudi Arabia to Jeffrey Epstein, with their religious significance explicitly explained in emails.
Who was involved?
- Aziza Al-Ahmadi (UAE based… pic.twitter.com/QPNcbvHyUk