Pernah Diremehkan, Kini Buah Sukun Diburu Dunia Jadi Superfood Pangan Global

Kamis 05-02-2026,12:34 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

JAKARTA, DISWAY.ID - Buah sukun kembali mencuri perhatian sebagai tanaman pangan potensial, setelah lama dikenal sebagai makanan pokok di berbagai wilayah tropis dunia.

Tanaman buah sukun yang kaya pati dan nutrisi ini bukan buah biasa, karena memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di tengah perubahan iklim global.

Sebagai sumber karbohidrat kompleks, buah sukun menawarkan nilai gizi yang tinggi, termasuk kandungan protein serta mikronutrien penting seperti zat besi dan seng.

Dibandingkan dengan nasi putih dan kentang, indeks glikemik buah sukun tergolong lebih rendah, sehingga tidak memicu lonjakan gula darah yang berisiko bagi kesehatan.

Manfaat buah sukun menjadi sangat relevan bagi wilayah Kepulauan Pasifik, yang saat ini menghadapi peningkatan kasus diabetes akibat ketergantungan pada makanan olahan impor.

Kehadiran sukun sebagai pangan lokal bernutrisi tinggi dapat menjadi solusi kesehatan masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan pangan luar negeri.

BACA JUGA:Dino Patti Djalal Sebut Pembentukan BoP Sebuah Eksperimen, Risiko Gagalnya Tinggi

Keunggulan buah sukun tidak hanya terletak pada nilai gizinya, tetapi juga pada aspek budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pohon sukun dikenal tangguh, mudah dirawat, dan tidak membutuhkan bahan kimia pertanian, menjadikannya tanaman pangan organik yang efisien.

Efisiensi lahan menjadi nilai tambah utama tanaman sukun, terutama bagi negara kepulauan dengan keterbatasan ruang pertanian.

Satu pohon sukun mampu menghasilkan volume pangan yang besar, sehingga dinilai ideal untuk mendukung keamanan pangan jangka panjang.

Dengan potensi besar tersebut, Artocarpus altilis atau buah sukun kini dipandang sebagai tanaman strategis, dalam upaya mendorong pembangunan berkelanjutan yang cerdas iklim.

Para peneliti dan ekonom mendorong adopsi buah sukun secara lebih luas, terutama di negara-negara rawan pangan yang terdampak perubahan iklim ekstrem.

BACA JUGA:Dari Banyuwangi ke Pasar Lebih Luas, Petani Buah Naga Naik Kelas Berkat Program Klasterku Hidupku BRI

Popularitas buah sukun juga meningkat di pasar global sebagai makanan eksotis, yang mulai menembus industri makanan fungsional dan kuliner kelas atas.

Kategori :