Koster Rombak Jabatan Strategis, Tekankan Sistem Merit

Kamis 05-02-2026,19:24 WIB
Reporter : Rivansky Pangau
Editor : Fandi Permana

DENPASAR, DISWAY.ID – Gubernur Bali, Wayan Koster melantik enam Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali.

Sesuai dengan Keputusan Gubernur Bali Nomor 175/04-C/HK/2026, Pejabat Pimpinan Tinggi Pertama yang dilantik antara lain I Made Rentin, dilantik sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Masyarakat dari jabatan lamanya sebagai Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali. Selanjutnya Ida Bagus Gede Sudarsana, dilantik sebagai Inspektur Daerah Provinsi Bali yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali.

BACA JUGA:Anak Emilia Contessa Melawan, Cicilan Mobil Ressa Anak Kandung Denada Jadi Blunder!

BACA JUGA:Juda Agung Tegaskan Penunjukan Jadi Wamenkeu Bukan Mendadak

Kemudian Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali diisi oleh I Made Dwi Arbani, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali.

Sementara itu, tiga pejabat pimpinan tinggi pertama lainnya diisi dari promosi Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali antara lain Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dijabat oleh Ida Bagus Alit Suryana, promosi dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala Bidang Tradisi dan Warisan Budaya pada Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. 

Adapun Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali dijabat oleh Ngurah Satria Wardana. Dirinya promosi dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala Bagian Bantuan Hukum dan Ham pada Biro Hukum Setda Provinsi Bali. Sedangkan Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali dijabat oleh I Made Suparta, yang dipromosi dari jabatan sebelumnya sebagai Inspektur Pembantu Wilayah V pada Inspektorat Daerah Provinsi Bali.

Gubernur Koster menyampaikan akan memberikan pengarahan secara khusus setelah para Kepala Perangkat Daerah tersebut dilantik. 

BACA JUGA:Kenali Gejalanya, Demam Biasa atau Dengue? Risiko Meningkat di Musim Hujan

Ia meminta agar para pimpinan yang dilantik dapat bergerak cepat. Bekerja dengan fokus, tulus, dan lurus dalam menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan Visi dan Misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Di periode kedua ini, saya ingin tancap gas. Karena itu sedapat mungkin saya tidak mau melakukan perubahan lagi kecuali ada yang pensiun atau ada hal yang bersifat khusus,” ujar Gubernur Wayan Koster.

Koster menambahkan bahwa sebisa mungkin menjaga stabilitas pemerintahan khususnya birokrasi, yang tulang punggungnya diisi oleh para Kepala Perangkat Daerah. 

Oleh sebab itu pengisian Pejabat Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, menurutnya harus sesuai dengan Sistem Merit yang berlaku yaitu sesuai dengan prestasi, kompetensi dan pengalaman yang dimiliki.

BACA JUGA:NTB Aktifkan Thermal Scanner Cegah Virus Nipah, Penumpang Tiba di Bandara Bakal Dicek Suhu

“Ada pejabat yang pensiun namun juga ada yang spesifik contohnya Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Pak Rentin. Tugas yang dijalani berat yang menjadi isu saat ini dan diselesaikan dengan cepat,” ujarnya.

Kategori :