Bayi Sering Gumoh? RS Premier Bintaro Jelaskan Bedanya Regurgitasi, GER, dan GERD

Kamis 05-02-2026,17:49 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

JAKARTA, DISWAY.ID - Regurgitasi pada bayi atau gumoh masih sering menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua, padahal kondisi ini umumnya bersifat normal secara medis.

Dalam dunia kesehatan anak, regurgitasi bayi dan Gastroesophageal Reflux (GER) merupakan kondisi fisiologis yang sering terjadi, terutama pada enam bulan pertama kehidupan.

Topik regurgitasi, GER, dan GERD pada bayi menjadi fokus utama dalam kegiatan Media Gathering & Health Talk yang diselenggarakan oleh RS Premier Bintaro bersama rekan media.

RS Premier Bintaro Gelar Edukasi Kesehatan Anak

Kegiatan edukasi bertajuk “POV: Regurgitasi, GER, dan GERD pada Anak dan Dampaknya terhadap Kesehatan” ini berlangsung pada Rabu, 4 Februari 2026, pukul 11.30 WIB, di Gala Room Sutasoma Hotel at The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta.

Acara ini dihadiri oleh dr. Relia Sari, MARS, selaku Chief Executive Officer (CEO) RS Premier Bintaro, serta menghadirkan narasumber utama dari kalangan dokter spesialis anak.

RS Premier Bintaro Tekankan Peran Edukasi Berbasis Ilmiah

Dalam sambutannya, dr. Relia Sari, MARS menegaskan bahwa edukasi kesehatan anak berbasis bukti ilmiah merupakan komitmen RS Premier Bintaro dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Menurutnya, peran media kesehatan sangat penting dalam menyampaikan informasi yang benar dan mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya orang tua bayi.

Data Klinis: 30 Persen Bayi Alami Regurgitasi

Berdasarkan data klinis yang dipaparkan, sekitar 30 persen bayi mengalami regurgitasi, dengan puncak kejadian pada usia 3 hingga 4 bulan. Kondisi ini biasanya akan berkurang secara bertahap hingga bayi berusia 12 bulan.

Dalam istilah medis, bayi dengan kondisi ini sering disebut sebagai happy spitter, yakni bayi yang tetap ceria, menyusu dengan baik, dan tumbuh normal meskipun sering gumoh.

GERD pada Bayi Lebih Jarang dan Perlu Diwaspadai

Berbeda dengan regurgitasi dan GER, Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada bayi merupakan kondisi yang jauh lebih jarang, dengan prevalensi sekitar 3–8 persen.

GERD pada anak terjadi ketika isi lambung naik ke kerongkongan secara berlebihan dan berlangsung lama, sehingga dapat menyebabkan esofagitis, gangguan makan, gagal tumbuh, anemia, regurgitasi berdarah, hingga menurunkan kualitas hidup anak.

Dokter Spesialis Jelaskan Perbedaan Regurgitasi dan GERD

Kategori :