Memasuki tahun 2026, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% yang akan didorong oleh sektor prioritas seperti pariwisata, pertanian, manufaktur, ekonomi digital, dan energi, serta program prioritas Presiden.
Untuk menjaga momentum jangka pendek, Pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan penguatan daya beli dan peningkatan mobilitas menjelang Idul Fitri 2026, termasuk bantuan pangan dan diskon transportasi.
BACA JUGA:Kompak! Selain Wakil Ketua, Ketua PN Depok Disebut Kena OTT KPK Dugaan Suap Perkara
Selain itu, Pemerintah juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa Merah Putih di sekitar 80 ribu desa, dengan dukungan pendanaan hingga Rp5 miliar per desa.
Koperasi tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal di sektor pertanian, perikanan, logistik, dan perdagangan, sekaligus memperkuat rantai pasok di daerah.
“Kali ini digelontorkan Rp5 miliar, tentunya juga ini akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing. Oleh karena itu, ini menjadi salah satu penggerak penting,” ungkap Menko Airlangga.
Lebih lanjut, Pemerintah juga menegaskan komitmen dalam menjaga ketahanan ekonomi melalui kebijakan fiskal yang pruden, pelonggaran moneter untuk mendorong kredit, deregulasi dan debottlenecking sektor riil, penguatan cadangan devisa, serta reformasi struktural termasuk di pasar modal.
BACA JUGA:Gaji Hakim Ad Hoc Naik, Istana Umumkan Perpres Sudah Ditandatangani Prabowo
BACA JUGA:Gus Ipul Bilang RS Wajib Layani Pasien Meski BPJS Nonaktif: Administrasi Belakangan!
Berbagai stimulus jangka pendek turut disiapkan menjelang Ramadan dan Idulfitri, mulai dari bantuan pangan, diskon transportasi dan tol, hingga dukungan pembiayaan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dalam konteks tersebut, PP Muhammadiyah didorong untuk mengambil peran lebih besar sebagai mitra strategis Pemerintah, termasuk sebagai agregator pembiayaan dan penggerak kewirausahaan.
Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang naik kelas, memperkuat ekonomi umat, serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Turut hadir pada kesempatan tersebut antara lain Deputi Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan, Staf Ahli Kemenko Perekonomian Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto, Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PP Muhammadiyah Muhammad Zaenal Fattah beserta jajaran, serta para akademisi dan pelaku usaha.