Total, dia sekarang sudah mengemas delapan gol dalam delapan laga terakhir di semua ajang.
Di Premier League, sejak awal 2026, dia sudah mencetak enam gol, lebih banyak dari pemain lain di liga selama periode itu.
Padahal awal musim, Gyokeres sempat kesulitan.
Didatangkan dengan harga tinggi, tekanan besar langsung datang.
Dari 20 laga pertama, cuma lima gol yang dia buat.
Apalagi saat Gabriel Jesus dan Kai Havertz cedera, beban makin berat di pundaknya.
Tapi situasinya berubah setelah Arteta bisa kembali merotasi skuad dengan leluasa.
Pelatih asal Spanyol itu akhirnya nemu ramuan yang pas buat Gyokeres, termasuk menjadikannya impact player ketika pertandingan mulai terbuka.
Peran Arteta dan Dukungan Rekan Setim
Laga lawan Sunderland kemarin jelas banget jadi contoh perubahan taktik Arteta.
Gyokeres dimasukkan di saat yang tepat, ketika lini belakang lawan udah mulai longgar dan itu pas banget sama karakter permainannya.
Skema seperti ini pernah juga dia jalankan di Liga Champions, waktu lawan Inter, masuk dari bangku cadangan dan langsung cetak gol penting.
BACA JUGA:Barter Camavinga Ditolak! Chelsea Ogah Turunkan Harga Enzo Fernandez ke Real Madrid