JAKARTA, DISWAY.ID - Penyanyi latin Bad Bunny mencuri perhatian dunia usai tampil di Super Bowl LX halftime show pada Senin, 9 Februari 2026.
Penampilan Bad Bunny di final NFL itu menjadi pertunjukan ikonik dan bersejarah, namun juga mengundang kontrovesial.
Bad Bunny tampil berani dengan mengusung konsep Amerika Latin, di mana dirinya bernyanyi separuh waktu dengan bahasa Spanyol.
Identitas Amerika Latin yang dibawakan pelantun lagu Tití Me Preguntó penuh energi dan sarat makna budaya.
Melansir dari BBC, penampilan Bad Bunny merupakan sebuah surat cinta besar untuk tanah kelahirannya, Puerto Rico.
BACA JUGA:Tampil Serba Merah di Super Bowl, Rihanna Bikin Salfok Pamerkan Baby Bump!
Ia juga menyematkan pesan kebanggaan terhadap tanah airnya di benua Amerika, serta seruan untuk persatuan dengan AS.
Berdurasi 14 menit, penampilan Bad Bunny langsung menjadi topik hangat yang dibicarakan Amerika hingga dunia.
Berikut 5 fakta-fakta terkait penampilan Bad Bunny di Super Bowl LX halftime show.
Fakta-Fakta Penampilan Bad Bunny di Super Bowl Halftime
Bad Bunny dan Lady Gaga tampil di panggung selama pertunjukan paruh waktu Apple Music Super Bowl LX di Levi's Stadium pada 8 Februari 2026 di Santa Clara, California--X
1. Bawakan Akar Budaya Puerto Rico
Penampilan Bad Buny dinilai ikonik karena pertama dalam sejarah penyanyi perform di Super Bowl bukan dalam bahasa Inggris melainkan Spanyol.
Pertunjukan itu membuat gempar sebab Bad Bunny membawakan pesan tersirat karena penampilannya merayakan budaya tanah kelahhirannya di Amerika Latin, Puerto Rico.
Aksi itu seolah-olah ingin menegaskan dan mengingatkan kembali bahwa budaya Latin termasuk dalam bagian Amerika.
BACA JUGA:Terselip Makna Tulus di Balik Duet Lady Gaga dan Bruno Mars di Panggung Grammy Awards 2025
2. Pernyataan Sosial Iklusi dan Keragaman Amerika
Super Bowl Halftime bukan sekedar hiburan namun juga aksi untuk menyatakan sosial iklusi dan keragaman budaya Amerika.