JAKARTA, DISWAY.ID-- Bayangkan sebuah jalan raya utama yang tiba-tiba tertutup hingga kendaraan berhenti total. Hal serupa bisa terjadi di tubuh kita ketika pembuluh darah yang memasok jantung mengalami penyumbatan.
Akibatnya, aliran darah dan oksigen terhenti sehingga jaringan jantung mulai terganggu. Kondisi ini dikenal sebagai serangan jantung, sebuah keadaan darurat yang memerlukan penanganan cepat.
BACA JUGA:Ikan di Sungai Cisadane Mati Tercemar Pestisida, Warga: Kucing Sampai Gak Doyan!
BACA JUGA:Bedah Mitsubishi Xforce 55th Anniversary Edition, Makin Berkarakter, Dinamis dan Modern
Dijelaskan oleh dr. Jeffrey D. Adipranoto, Sp.JP (K), FIHA, FESC, FSCAI di Mayapada Hospital Surabaya, gejala serangan jantung sangat bervariasi dan sering kali tidak disadari sejak awal.
“Pasien dapat merasakan dada terasa berat atau tertekan, nyeri yang menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung, disertai sesak napas, mual, dan keringat dingin. Karena gejalanya tidak selalu khas, banyak pasien datang ke rumah sakit saat kondisinya sudah lebih berat,” tuturnya.
Pada kasus serangan jantung, waktu menjadi faktor yang sangat menentukan. Semakin cepat sumbatan pembuluh darah jantung dibuka, semakin besar peluang jaringan jantung terselamatkan. Masa ini dikenal sebagai golden period, yaitu fase krusial di jam-jam pertama serangan jantung.
Menyikapi kondisi tersebut, dr. Jeffrey menyampaikan bahwa terapi serangan jantung disesuaikan dengan kondisi pasien serta tingkat sumbatan pembuluh darah yang terjadi.
BACA JUGA:Kemenko Polkam Turun Tangan Telusuri Penembakan Pesawat Smart Air di Papua
BACA JUGA:Demi Hidupkan Ekonomi, BNPP RI Dorong Pengaktifan Pas Lintas Batas di PLBN Motamasin
“Penanganan serangan jantung umumnya diawali dengan pemberian obat-obatan darurat untuk menstabilkan kondisi pasien. Selanjutnya, dokter dapat melakukan tindakan kateterisasi jantung untuk membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat.
“Pada beberapa kasus sumbatan berat, prosedur bypass jantung atau Coronary Artery Bypass Graft (CABG) mungkin diperlukan. Semua tindakan ini bertujuan untuk mengembalikan aliran darah ke otot jantung secepat mungkin, sehingga kerusakan jaringan jantung dapat dibatasi dan risiko komplikasi diminimalkan,” ungkap dr. Jeffrey.
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa serangan jantung adalah kondisi serius yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
Menanggapi gejala sejak awal tidak hanya penting untuk melindungi nyawa, tetapi juga untuk meminimalkan kerusakan jaringan jantung dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.
Untuk mendukung penanganan kasus kegawatdaruratan jantung, Mayapada Hospital melalui Cardiovascular Center menyediakan Cardiac Emergency 24/7 didukung tim dokter spesialis dan subspesialis yang siaga secara on-site.