Menko Infrastruktur AHY Tinjau Progres Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 Serta Jembatan Musi V

Kamis 12-02-2026,09:16 WIB
Reporter : Andi Muhammad
Editor : Subroto Dwi Nugroho

“Kehadiran Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di lapangan menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga kualitas konstruksi, mempercepat penyelesaian pekerjaan, serta memastikan kesiapan layanan operasional agar manfaat proyek dapat segera dirasakan masyarakat,” ujar Mardiansyah, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.  

BACA JUGA:Gus Yahya: Tak Ada Campur Tangan PBNU dalam Kasus Yaqut di Korupsi Haji

BACA JUGA:Dipimpin Rais Aam, Pleno PBNU Sepakat Ampuni Gus Yahya

AHY menyampaikan bahwa ruas Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 diproyeksikan dapat difungsionalkan secara terbatas pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2026, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kelayakan teknis, serta kesiapan operasional. 

Jembatan Musi V memiliki panjang total 1.684 meter dan berperan sebagai penghubung utama dua sisi ruas tol yang sebelumnya terpisah oleh Sungai Musi, menghubungkan kawasan Gandus di Palembang dengan wilayah Banyuasin.

Keberadaan jembatan ini menjadi elemen kunci yang memungkinkan konektivitas tol berlangsung lebih utuh dan berkesinambungan. 

Ruas tol ini merupakan bagian dari koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera yang akan menghubungkan Palembang dengan Betung dan selanjutnya terintegrasi menuju Jambi.

BACA JUGA:Soal Rencana Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, AHY Sebut Whoosh Jadi Tolak Ukur

BACA JUGA:Atasi Bencana Longsor Cisarua, AHY Perintahkan Kemen PU Turun Kelapangan

Dengan hadirnya tol dan Jembatan Musi V, waktu tempuh perjalanan Palembang–Betung yang sebelumnya mencapai 3–4 jam diperkirakan dapat dipangkas menjadi sekitar 1 jam, sekaligus mengurangi kemacetan dan bottleneck, terutama pada periode lalu lintas padat. 

Lebih lanjut, kehadiran Jalan Tol Palembang–Betung dan Jembatan Musi V diharapkan memperkuat konektivitas regional, memperlancar arus logistik, menurunkan biaya distribusi, serta meningkatkan daya saing wilayah.

Infrastruktur ini juga diharapkan menjadi ikon baru pembangunan di Sumatera Selatan dan simbol kemajuan yang mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.  

“Kunjungan kerja ini mencerminkan sinergi Pemerintah melalui kementerian/lembaga di bawah koordinasi Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Kementerian Perhubungan, serta Hutama Karya, dalam memastikan pembangunan infrastruktur strategis nasional berjalan tepat waktu, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Mardiansyah. 

BACA JUGA:Kurangi Emisi Karbon, AHY Tambah Gerbon Kereta Listrik

BACA JUGA:Menko AHY dan Menteri PU Tinjau Ketahanan Rumah Hunian dan Salurkan Bantuan Dua Ton Beras, Sekaligus Cek RSUD Aceh Tamiang

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang ±1.235 km, baik yang telah beroperasi maupun yang masih dalam tahap konstruksi.

Kategori :