JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemain Persija Jakarta, Gustavo Almeida, menilai tersingkirnya timnya dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi persoalan serius yang harus segera diatasi.
Hal ini terjadi setelah Persija kalah 0-2 dari Arema FC di SUGBK pada Minggu, 8 Februari 2026.
Selain kekalahan itu, Macan Kemayoran juga harus mencari markas sementara karena SUGBK akan diperbaiki untuk persiapan FIFA Series 2026.
FIFA Series sendiri akan digelar di delapan negara, termasuk Indonesia, dari 23–31 Maret 2026.
Pada pertandingan perdana, tim nasional akan menghadapi Sait Kitts dan Nevis di SUGBK, membuat Persija harus mencari stadion alternatif untuk tiga laga kandang mereka selanjutnya.
Tiga laga kandang yang tak bisa dimainkan Persija di Stadion Utama GBK antara lain saat menjamu PSM Makassar 20 Febuari, Borneo FC Samarinda 3 Maret, dan Dewa United Banten FC 8 Maret 2026.
Gustavo menekankan bahwa masalah ini tidak hanya berdampak pada pemain, tetapi juga staf Persija yang harus menyiapkan fasilitas bagi para suporter The Jack Mania.
"Ini jelas menjadi tantangan bagi kami. Tapi yang lebih berat adalah bagi staf yang harus mencari stadion pengganti dan memastikan suporter tetap bisa mendukung kami. Itu sangat, sangat penting," ujar Gustavo di Jakarta.
BACA JUGA:Svensson Jadi Primadona Bursa Transfer, Arsenal dan Real Madrid Berebut Bintang Muda Dortmund
Pemain asal Brasil itu berharap dukungan The Jack Mania dapat menjadi energi positif bagi tim untuk kembali ke jalur kemenangan.
"Saya ingin menyampaikan kepada suporter untuk terus percaya pada kami. Perjalanan belum selesai. Dalam sepak bola, semua bisa terjadi," tambahnya.
Dengan kekalahan dari Arema, Persija kini berada di posisi tiga klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan 41 poin, terpaut 6 poin dari puncak klasemen dan 5 poin dari peringkat kedua.