Demi Layani Kesehatan Calon Jemaah Haji, YARSI akan Siapkan Dokter Pendamping

Minggu 15-02-2026,13:39 WIB
Reporter : Doddy Suryawan
Editor : Dimas Chandra Permana

JAKARTA, DISWAY.ID -- Isu kelayakan kesehatan (istithaah) calon jamaah haji menjadi perhatian serius dunia pendidikan kedokteran.

Melalui Seminar Nasional Kesehatan Haji bertema “Istithaah Kesehatan Calon Jamaah Haji yang Berkeadilan dan Bertanggung Jawab”, Universitas YARSI mendorong penguatan peran dokter sejak tahap edukasi hingga pendampingan jamaah.

Perguruan tinggi kesehatan dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan dokter yang memahami aspek medis sekaligus spiritual ibadah haji.

Rektor Universitas YARSI, Fasli Jalal mengatakan bahwa konsep istithaah kesehatan harus dipahami secara komprehensif sejak bangku pendidikan.

BACA JUGA:Menhaj Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Petugas Haji 2026 Terkait Praktik Korupsi dan Gratifikasi

Menurutnya, mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam sehingga dokter perlu dibekali kompetensi khusus untuk mendampingi calon jamaah haji.

"Sejak pendidikan, dokter harus paham bahwa istithaah itu kompleks. Bukan hanya kuratif, tetapi juga preventif dan promotif,” ujar dia, di Jakarta, 14 Februari 2026.

Ia menambahkan pendampingan kesehatan sebaiknya dilakukan sejak tahap perencanaan keberangkatan, masa tunggu, hingga sepulang dari Tanah Suci.

Pemeriksaan rutin, deteksi dini penyakit kronis, serta pengobatan cepat menjadi kunci agar jamaah tetap fit saat beribadah.

BACA JUGA:Kemenhaj Integrasikan SISKOHAT–Nusuk untuk Haji 2026, Tingkatkan Akurasi Data dan Keamanan

Selain itu, tenaga medis juga perlu memiliki peta risiko kesehatan jamaah. Dengan begitu, dokter bisa bertindak lebih taktis dan strategis saat menghadapi pasien berisiko tinggi, seperti penderita jantung, paru, atau ginjal.

Untuk mendukung hal tersebut, YARSI memasukkan materi istithaah ke dalam kurikulum kedokteran serta menyiapkan pelatihan bagi dokter yang ingin menjadi pendamping haji.

Kebutuhan tenaga kesehatan dinilai besar seiring jumlah jamaah Indonesia yang mencapai ratusan ribu orang setiap tahun.

Fasli juga berpesan agar masyarakat tidak menyepelekan aspek kesehatan sebelum berhaji. Ia mendorong calon jamaah aktif memeriksakan diri dan melaporkan keluhan medis lebih awal.

BACA JUGA:Dana Haji Dianggap 'Mirip Ponzi’, BPKH Dorong Sistem Individual Account

Kategori :