Pakar Astronomi BRIN Sebut Faktor Ini yang Sebabkan Awal Puasa Berbeda

Selasa 17-02-2026,11:12 WIB
Reporter : Fandi Permana
Editor : Fandi Permana

Sidang ini akan membahas hasil pemantauan hilal atau rukyatul hilal yang dilakukan di 96 titik seluruh Indonesia.

"Hasil pemantauan ini akan dibahas bersama dalam sidang isbat awal Ramadan 1447 H," ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad dalam keterangannya, dikutip Selasa.

BACA JUGA:Long Weekend, KCIC Promo Tiket Whoosh Cashback hingga Rp250 Ribu

Dia mengatakan sidang isbat akan dihadiri berbagai pihak, seperti duta besar negara sahabat, ketua Komisi VIII DPR, perwakilan Mahkamah Agung (MA), Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kemudian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, pakar falak dari berbagai ormas Islam, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, pondok pesantren, dan Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Abu Rokhmad berkata, sidang isbat merupakan forum penting yang mengedepankan kehati-hatian, keilmuan, dan kebersamaan umat.

“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” ujar Abu Rokhmad

Kategori :