JAKARTA, DISWAY.ID - Perayaan Tahun Baru Imlek di Vihara Bahtera Bhakti, Ancol, Jakarta Utara, tahun ini menyisakan cerita yang kontras.
Di balik kepulan asap hio dan hiasan lampion merah, pengelola vihara bernama Aprianto mengungkapkan adanya penurunan jumlah jemaat yang sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Satpol PP Kewalahan Hadapi Gelombang Pengemis yang Berebut Angpau di Vihara Dharma Bhakti
BACA JUGA:BREAKING NEWS: Hilal Tak Terlihat di Masjid Raya Hasyim Asy'ari Jakbar
Penurunan ini disebut-sebut mencapai angka yang fantastis, yakni hingga 400 persen jika disandingkan dengan masa sebelum pandemi Covid-19 melanda.
Meski Shio Kuda Api tahun ini melambangkan semangat yang membara dan kecepatan, realita di lapangan justru menunjukkan kelesuan.
Aprianto mengungkapkan bahwa daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya menjadi faktor utama mengapa banyak umat enggan datang untuk beribadah secara langsung.
BACA JUGA:Kebakaran di Mall Ciputra Cibubur, Pengunjung Panik dan Berhamburan Keluar
BACA JUGA:PMKS Membludak di Vihara Dharma Bhakti Sembari Menanti Angpao
"Masalah terutama ekonomi. Sebab, biaya sembahyang di vihara itu juga terbilang agak mahal," ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa 17 April 2026.
Ia merinci bahwa untuk satu paket keperluan ibadah yang standar, jemaat harus merogoh kocek yang tidak sedikit.
"Hio, lilin, kertas itu satu paket tidak cukup 100 ribu rupiah," ujar Aprianto.
Bagi sebagian umat, pengeluaran ekstra ini menjadi pertimbangan berat di tengah situasi ekonomi yang belum stabil.
BACA JUGA:Viral Pencurian Kain Batik Rp1,3 M, Pelaku Beraksi di Jakarta Fashion Week 2025!
Puncak keramaian sendiri dilaporkan sudah terlewati pada malam pergantian tahun tepat pukul 12 malam. Meski saat ini kondisi kunjungan sedang terjun bebas, Aprianto tetap menaruh harapan besar pada simbolisme Kuda Api tahun ini.