JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melaporkan 12.944 korban masih mengungsi pasca banjir di Pulau Sumatera.
"Pengungsi juga tadinya 2 juta lebih, sekarang menjadi lebih kurang 12.994," kata Tito dalam rapat bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.
Eks Kapolri ini mengaku sudah tak ada pengungsi untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Hanya saja, terdapat korban meninggal sebanyak 267 dan 70 korban hilang.
BACA JUGA:Dua Bulan Setelah Banjir Melanda, 37 Daerah di Sumatera Kembali Normal
"Untuk Sumatera Barat pengungsi saat ini sudah nol dari sebelumnya 16.164. Ada yang sudah pulang kembali mendapatkan bantuan stimulan untuk rumah rusak ringan maupun sedang, sedangkan yang berat atau hilang tinggal di huntara maupun mendapatkan dana tunggu hunian," kata Tito.
"Untuk Sumatra Barat, 16 dari 19 kabupaten yang ada terdampak, 125 kecamatan, dan desa 568. Juga ada kerusakan-kerusakan baik rumah maupun fasdik, faskes, jembatan, rumah ibadah, jalan, sebagaimana dalam data," imbuhnya.
Tito mengatakan peristiwa banjir bandang itu mengakibatkan 1.205 orang meninggal dunia dan 139 orang dinyatakan hilang.
Ia mengatakan sebanyak 52 kabupaten/kota, 491 kecamatan, dan 4.511 desa terdampak akibat bencana tersebut.
Selain itu, ada pula kerusakan terhadap fasilitas pendidikan, kesehatan, jembatan, hingga fasilitas ibadah.
BACA JUGA:Kabar Baik Bagi Pemudik! Kemenhub Sediakan Ratusan Bus Mudik Gratis 2026 ke Jawa hingga Sumatera
Kemudian, kata dia, untuk Sumatera Utara, saat ini masih terdapat pengungsi sebanyak 850 orang. Sebanyak 376 orang meninggal dan 40 orang hilang.
"Pengungsi yang semula 53.523 itu ada 850 lagi. Ini ada di satu tempat saja yaitu di Tapanuli Tengah, di samping ada kerusakan rumah lebih kurang 30.000 lebih baik yang rumah ringan, sedang, maupun berat sudah kami klasifikasikan sebagaimana dalam data di sebelah kanan atas," jelas Tito.
Sebanyak 18 kabupaten/kota, 163 kecamatan, dan 897 desa terdampak. Selain itu, juga terdapat kerusakan pada fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga rumah ibadah.
Sementara itu, di Aceh saat ini masih ada sebanyak 12.144 pengungsi. Tito mengatakan pengungsi terbanyak di Aceh Utara.