JAKARTA, DISWAY.ID-- Seiring datangnya bulan suci Ramadan yang jatuh pada Kamis (19/2), kabar baik datang dari fundamental ekonomi nasional.
Sektor industri pengolahan Indonesia menunjukkan taringnya dengan mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 5,30 persen.
Angka ini menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, yakni mencapai 19,07 persen.
BACA JUGA:Rp126 Miliar Bantuan Pakaian untuk Korban Banjir di Sumatera dan Aceh, Mendagri: Bukan Barang Bekas
Capaian ini bukan angka sembarangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi ini merupakan yang tertinggi dalam 13 tahun terakhir, atau sejak pencapaian 5,62 persen pada tahun 2012 silam.
Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko, menilai fenomena ini sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia mulai memasuki fase reindustrialisasi.
Menurutnya, pertumbuhan industri yang melaju lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi nasional adalah indikator strategis menguatnya basis produksi dalam negeri.
"Ini bukan sekadar pemulihan, tetapi penguatan kembali basis produksi nasional. Momentum ini menunjukkan bahwa fondasi produksi kita mulai kokoh," ujar Christiantoko kepada awak media, Rabu (18/2).
Namun, ia memberikan catatan kritis. Agar tren positif ini tidak bersifat sementara, pemerintah perlu mengawal kebijakan yang tepat, terutama pada investasi teknologi jangka panjang dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
"Kuncinya ada pada hilirisasi, adopsi teknologi yang cepat, dan peningkatan keterampilan tenaga kerja," tambahnya.
BACA JUGA:Gerebek Apartemen, Polda Metro Jaya Amankan 738 Butir Ekstasi Siap Edar
Selain menyumbang angka PDB, industri pengolahan terbukti menjadi tumpuan hidup jutaan warga. Hingga November 2025, sektor ini tercatat menyerap 20,51 juta tenaga kerja.
Angka tersebut menempatkan industri pengolahan sebagai salah satu dari tiga lapangan usaha penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.
Diketahui, di antara poin utama indikator ekonomi sektor industri pengolahan tersebut yakni Laju Pertumbuhan mencapai 5,30% (YoY) dan Kontribusi PDB menembus 19,07% atau Rekor tertinggi sejak 2012.
"Dengan porsi tersebut, industri pengolahan menjadi salah satu dari tiga lapangan usaha penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia, di bawah kelompok pertanian (28,00 persen) dan perdagangan (18,67 persen)," tutup Christiantoko.