Tiga Huruf

Tiga Huruf

--

Pindah dari Tarim ke Kairo seperti pergi dari satu kutub ke kutub yang lain. Kalau jumlah mahasiswa Indonesia di Tarim 6.000 orang, di Kairo 22.000 orang. Sama-sama aliran Sunni. Sama-sama ahli sunnah tapi beda kutub.

Pun di Kairo saya tidak tinggal di hotel. Banyak asrama mahasiswa di sana. Banyak provinsi punya rumah singgah sendiri-sendiri. Saya tinggal di rumah singgah seperti itu. Awalnya akan ditempatkan di rumah singgah provinsi Jatim. Penuh. Jabar juga penuh. Yang masih ada kamar: Griya Jateng. Di situlah saya tinggal –di kamar pojoknya.

Hari pertama di Griya Jateng terlihat ramai sekali. Itu hari libur: Jumat. Di Mesir liburnya Jumat-Sabtu. Minggu adalah hari kerja pertama.

Griya Jateng memang punya ruang besar: bisa untuk150 orang. Duduk lesehan. Ruang itu penuh. Di bagian kiri mahasiswa. Bagian kanannya mahasiswi. Mereka kuliah di Al Azhar University. Mereka mengisi akhir pekan dengan sarasehan.

Di hari ketiga terdengar suara gamelan dari ruang besar itu. Saya melongoknya. Ada 10 mahasiswi Al Azhar sedang latihan tari Jawa. Diiringi gending dari radio-tape. Saya heran mereka masih mikir tari Jawa –tidak mungkin ada seperti beginian di Tarim.

Mereka ternyata punya kelompok tari Jawa. Namanya: Sanggar Putri Kinanah. Ketuanyi: mahasiswi dari Blitar. Alumnus madrasah Gontor yang ada di Kediri. Namanyi: Azwa Purnama.

Saya tanya satu per satu daerah asal 10 mahasiswi cantik-cantik itu: Tasikmalaya, Padang, Jakarta, Lombok, Sumbawa. Begitu beraneka suku. Mereka tidak akan latihan bersama tari Jawa kalau tidak di Mesir. "Kami latihan seminggu dua kali," ujar Ardel yang asal Tasikmalaya.

Selama di Kairo saya ditemani Ustaz Fauzi Syam Latif. Asal Bandung. Kini sudah punya rumah di Jakarta. Juga di Garut. Ia sudah 20 tahun di Mesir. Sudah punya dua mobil. Punya kolam ikan di Garut. Rumah kos-kosan dan ternak kambing.


Bersama Ustaz Fauzi.--

Meski di Mesir awalnya ingin hafal Quran, ustaz Fauzi akhirnya lebih hafal cara impor ekspor. Juga lebih hafal riwayat pusat-pusat wisata di Mesir –ia harus menjelaskannya di luar kepada kepada rombongan wisata yang sering ia antar ke mana-mana.

Tahun pertama di Kairo, Fauzi mencapai target: hafal 15 juz Quran. Sudah 50 persen. Sambil tetap kuliah di Al Azhar. Tahun berikutnya ia punya target hafal seisi Quran.

"Itu karena saya terus ingat ayah saya. Beliau begitu nekat membiayai saya kuliah di Al Azhar," katanya.

Sang ayah guru SD. Awalnya sang ayah ingin Fauzi masuk tentara. Adik sang ayah adalah tentara. Ia ingin anaknya seperti adiknya.

Fauzi pun ikut tes. Lulus semua. Tinggal tes terakhir. Gagal.

Sang ayah punya plan B: kalau gagal masuk tentara harus kuliah di Al Azhar, Mesir. Fauzi tidak tahu dari mana ayahnya dapat uang untuk memberangkatkannya.

Ketika ayahnya mengantar ke bandara, akhirnya Fauzi tahu semuanya. Termasuk tahu dari mana ayahnya dapat uang. Dan itu membuat tekad Fauzi membara: harus hafal Quran –di samping harus jadi sarjana.

Sebelum berpisah di beranda bandara sang ayah berkata lirih kepadanya: SK guru miliknya digadaikan untuk mendapat uang biaya keberangkatannya ke Al Azhar.

Ketika sudah hafal Quran 15 juz teman Fauzi minta tolong kepadanya: agar menggantikan sementara pekerjaan si teman. Yakni sebagai pelayan di restoran. Si teman akan konsentrasi mempersiapkan ujian akhir.

Begitu si teman mau masuk kerja lagi, juragan restoran tidak mau. Sang juragan minta agar Fauzi saja yang tetap di situ. Sang juragan sangat puas dengan kerja Fauzi.

Lama-lama Fauzi tidak hanya jadi pelayan. Ia diminta juga antar-antar barang. Dipercaya mengemudikan mobil. Diuruskan SIM Mesir. Dibiayai. Fauzi pun lebih menghafal lika-liku jalan di kota Kairo.

Dianggap tahu jalan, Fauzi diminta antar turis ke Piramid. Lalu keterusan. Sering diminta antar turis. Lama-lama Fauzi punya bisnis wisata sendiri. Sampai sekarang. Sampai punya dua mobil. Ia sosok favorit untuk mengantar rombongan dari Indonesia.

Bisnisnya terus berkembang. Termasuk mendatangkan bumbu-bumbu dari Indonesia. Juga mengirim barang-barang dari Mesir. Tiap bulan ia kirim tiga ton kurma Mesir ke Jakarta.

Penerbangan Mesir-Jakarta, baginya, sudah seperti dari Tanah Abang ke Tasikmalaya. Setahun bisa lebih 17 kali. Dagang Mesir-Jakarta.

Saat pertama bertemu di bandara Kairo saya minta maaf kepadanya: pesawat dari Yaman telat delapan jam. Baru mendarat di terminal 1 Kairo tengah malam.

Saya tidak mengeluh. Yamania memang hanya punya tiga pesawat. Bisa terbang keluar dari Yaman saja sudah Alhamdulillah. Apalagi pesawat itu telat karena harus singgah di Aden. Akhirnya saya bisa ke Aden –meski penumpang transit tidak boleh meninggalkan pesawat.


Di depan masjid Husein, Kairo.--

Fauzi punya kiat sukses khusus untuk menempuh kehidupan di Mesir. Sebaiknya itu juga jadi pegangan semua orang di Mesir. Di mana saja.

Kiat itu tecermin dari nama ''Mesir'' yang dalam bahasa Arab hanya terdiri dari tiga huruf: mim (M), shot (S), dan ra' (R).

M itu musibah. S itu sabar. R itu ridho.

Setiap kena Musibah ia harus Sabar, agar Ridho Allah turun kepadanya. Musibah, sabar, ridho.

Fauzi sendiri masih punya pegangan satu lagi. "Di Mesir ini saya juga berpedoman pada 'Tiga S'," katanya. Yakni Sabar, Sabaaar, dan Sabaaaaar.(Dahlan Iskan)

Selama Ramadan, Catatan Dahlan Iskan tayang pukul 03.00 WIB.

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 18 Februari 2026: Produksi Massal

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

BUKU ENAM ARAH DAN RASA TAKJUB YANG HILANG.. Bagian paling mahal dari perjalanan itu bukan kambing bakar. Bukan juga kepala onta. Tapi rasa takjub di perpustakaan tua. Kita jarang lagi terpesona pada ilmu. Satu buku dibaca dari kanan jadi kebajikan. Dari kiri jadi keburukan. Dari atas jadi ilmu lain. Itu bukan sekadar permainan bahasa. Itu cara berpikir. Bahwa kebenaran punya banyak pintu. Kita hari ini gemar ringkasan. Suka potongan video. Ilmu harus cepat. Padahal dulu orang menulis buku yang bahkan sabar menunggu pembacanya tersesat dulu. Melihat karya lama Ibnu Sina bukan nostalgia. Itu pengingat standar kecerdasan manusia pernah setinggi itu. Kita saja yang sering menurunkannya demi kepraktisan. Barangkali masalah pendidikan bukan jumlah jurusan. Tapi hilangnya rasa kagum pada ilmu. Tanpa kagum, belajar hanya jadi formalitas. Tanpa takjub, universitas hanya pabrik ijazah. Perpustakaan Tarim memberi pelajaran sunyi. Ilmu besar lahir dari kesabaran panjang. Bukan dari tergesa mengejar gelar. Dan mungkin, kita perlu belajar kagum lagi.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

JADI INGAT SATE KAMBING BATIBUL TEGAL.. Adegan onta diikat di kaki belakang itu membuat saya tersenyum. Teknik sederhana. Tapi efektif. Mengingatkan pada filosofi dapur kita: yang penting empuk dan tidak lari. Bedanya, di Tarim yang menunggu jadi hidangan adalah onta. Di Tegal, kambing muda. Batibul. Bawah tiga bulan. Sama-sama soal timing. Kepala onta yang tiba-tiba masuk dapur itu dramatis. Seperti prolog yang tidak direncanakan. Di warung sate Tegal, drama biasanya hanya asap dan kipasan arang. Tidak ada kepala menatap balik. Tapi sensasi “segar dari sumber” terasa mirip. Jarak dari hidup ke hidangan begitu pendek. Saya jadi paham kenapa rasa sering mengikuti proses. Cara mengikat. Cara menyembelih. Cara menunggu. Semua ikut memberi bumbu pada cerita. Bukan hanya pada daging. Dan pak Dahlan yang terburu ke bandara itu seperti kita yang sering kalah oleh waktu. Kepala onta belum sempat jadi menu. Tapi kisahnya sudah matang. ## Kadang yang paling lezat bukan yang dimakan. Melainkan yang diceritakan.

Jhel_ng

UIN baru? Kita punya 9 UIN baru di 2025. Dulu saya cerita menjadi bagian tim di salah satu IAIN untuk transformasi itu. Beberapa masyarakat masih menyebut sebagai STAIN. Bahkan ketika sudah jadi UIN masih disebut STAIN. UIN baru kami langsung lancap gas: mengajukan akun pengusulan prodi ke Kemdiktisaintek. Dari situ tidak sampai 7 bulan, lahirlah prodi saintek pertama di UIN kami. Saat ini sudah ada 3 prodi. Kemudian kenapa masih disebut UIN... Saya rasa karena UIN mengajarkan Ilmu Fardhu... Fardhu Ain untuk ilmu agama, dan Fardu Kifayah untuk ilmu yang prodinya berizin ke kemdiktisaintek. Tantangannya banyak, tapi kami optimis bahwa UIN baru mampu menjadi mercusuar ilmu, seperti UIN lama sebagai contoh UIN Sunan Ampel dan UIN Alaudin yang sudah mempunyai Prodi Kedokteran.

Denny Herbert

Menarik sekali momen tahun ini. Seperti yang sering diulas dalam Disway morning pagi ini tentang puasa. Pertemuan dua momentum besar ini—awal Ramadan bagi umat Muslim dan Rabu Abu bagi umat Katolik—bukanlah sekadar kebetulan kalender, melainkan sebuah simfoni spiritualitas yang langka. Dunia batin kita sedang bersukacita. Di satu sisi, umat Muslim baru saja akan memasuki bulan suci Ramadan. Di sisi lain, hari ini lonceng gereja berdentang menandai Rabu Abu. Umat Katolik memulai masa Prapaskah—40 hari retret agung menuju kebangkitan Yesus di hari Paskah. Dua jalur berbeda, tapi tujuannya sama: Pembersihan. Jika Ramadan adalah madrasah bagi jiwa untuk kembali fitrah, maka masa Prapaskah adalah padang gurun bagi batin untuk bertobat dan mengingat asal-usulnya ("Debu kembali ke debu"). Keduanya menuntut hal yang sama: pengendalian diri yang ketat. Bukan hanya menahan lapar, tapi menahan "lapar" akan amarah, keserakahan, dan egoisme. Manfaat Spiritualitas Puasa: Puasa adalah teknologi spiritual yang paling kuno namun paling ampuh. Berikut adalah beberapa manfaatnya yang melampaui sekat agama: - Detoksifikasi Ego: Puasa memaksa kita mengakui kelemahan manusiawi. Saat perut kosong, kita sadar bahwa tanpa izin Sang Pencipta, kita bukan siapa-siapa. Ego yang biasanya "kenyang" dan sombong dipaksa untuk tunduk. (Lanjut)

ikhwan guru sejarah

Anak saya lulusan pesantren, 2 kali setoran hapalan 30 juz, jurusan Agama. Setelah lulus masuk jurusan Ilmu Tafsir di UIN Bandung. Tahun kedua coba UTBK dan lolos ke S1 Marine Logistik di UPI. Saya bebaskan dia. Akhirnya ambil. Ternyata bapak mertua sangat senang dia masuk jurusan itu. Katanya, dia gak suka cucunya jadi ustadz dan menjadikan profesi dakwahnya untuk jalan cari uang. Mertua lebih ridho kalau dia punya kerjaan atau usaha yg bagus, dan dengan uangnya bisa berdakwah dan menebar kebaikan. Dalam hati saya, termyata orang desa punya pemikiran yg berkemajuan..

ikhwan guru sejarah

Iseng buka daftar jurudan agama di website SPAN PTKIN, jalur undangannya PT Agama Islam. Teenyata buanyak sekali. Entah kualitasnya. Dan kabarnya [rektor UIN] jurusan agama di PTIN semakin tidak diminati, atau dengan kata lain peminatnya makin dikit. Bahkan lulusan Pesantren banyak yg mengambil jurusan umum. Sampai2 ditawarkan banyak beasiswa di jurusan ilmu agama. Saya kira, mending memajukan jurusan STEM di UIN, dengan kekhasan pendekatan Keilmuan Islam. Menghasilkan sarjana sains yg mumpuni berlandaskan pemahaman agama yg lurus.

Muhammad Zainuddin

Para pendakwah Islam itu apa ada yang mengetahui informasi 1 hadits SHAHIH yang mengejutkan ini? Dan siap mewartakan 1 hadits SHAHIH yang mengejutkan ini kepada umat Islam di Indonesia? NABI MUHAMMAD MARAH, KETIKA PARA SAHABAT MENDESAK SHOLAT MALAM (TARAWIH / BUKAN WAJIB) BERJAMAAH. Sumber: SHAHIH Bukhari, hadits nomor 6.113, sunnah.com/bukhari:6113 Diriwayatkan oleh Zayd bin Tsabit: "Rasulullah membangun satu ruangan (untuk sholat, dengan alas daun kurma). Beliau keluar (dari rumah beliau) dan sholat di situ. Beberapa orang (Sahabat Nabi) datang dan bergabung (menjadi makmum) sholat bersama beliau. Kemudian, MALAM SELANJUTNYA mereka (beberapa Sahabat Nabi) datang untuk (ikut) sholat (lagi), namun Rasulullah menundanya dan tidak keluar rumah. Maka mereka (beberapa Sahabat Nabi tersebut) meninggikan suara dan mengetuk pintu (rumah Nabi) dengan kerikil kecil (untuk menarik perhatian Nabi). NABI MUHAMMAD KELUAR RUMAH DENGAN MARAH, dan bersabda: "Kalian kukuh menginginkan ini (sholat yang bukan wajib dikerjakan berjamaah) sampai-sampai aku berpikir sholat ini (tarawih?) akan menjadi sholat wajib untuk kalian. Maka wahai orang-orang, LAKUKAN SHOLAT INI DI RUMAH, sebab SEBAIK-BAIK IBADAH SHOLAT adalah yang dilakukan DI RUMAH, KECUALI SHOLAT WAJIB BERJAMAAH (shubuh, dzuhur, ashar, maghrib, isya)". Sumber: SHAHIH Bukhari, hadits nomor 6.113. sunnah.com/bukhari:6113 Redaksi bahasa Arab hadits-nya "fa khoroja ilayhim MUGHDHOBAN", Nabi keluar menemui mereka dengan MARAH.

IZHAR FRANDY KUSUMA

Mungkin lebih afdhol jika sekolah-sekolah juru dakwah ini disisipkan ilmu kehidupan. Tidak perlu dibubarkan. Maka diharapkan akan lahir ilmuwan atau teknokrat yang relijius. Sehingga kelak ketika mereka memimpin, mereka memiliki integritas yang paripurna, tawaduk, dan juga tidak serakah. Ini bekal yang amat mahal agar kelak mereka tidak disetir oleh begundal- begundal bangsa. Tapi itu hanya urun angan tanpa turun tangan. Karena jika ikut turun tangan, sistem akan mencurigai bahwa si Fulan lagi cari suara. Mbelgedes. Yang jelas, semua rakyat Indonesia memimpikan pemimpin yang amanah dan berani memberangus korupsi serta mafia apapun. #SalamMojopahit

Jokosp Sp

Yang di Tarim, yang jaraknya ribuan kilo meter didatangi ribuan santri dan pelajar Indonesia untuk dicari ilmunya. Yang dekat, yang ada di Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan sama suasananya. Didatangi ribuan santri dan pelajar dari luar pulau Indonesia dan dari manca negara. Ini ada di Pondok Al Fatah. Pondok yang terkenal dengan pusat tabligh di Asia tenggara. Pondok yang berdiri tahun 1950 oleh KH. Kholil Umar (Kyai Mahmud) dengan jumlah santri saat ini yang kurang lebih 22.000 orang. Pondok yang fokus di dakwah dan pendidikan tradisional. Mulai dari Madrasah Diniyah, Tahfiz Quran, Daurah Hadis, hingga jenjang RA, MI, MTs, dan MA. Pengasuh saat ini masih dikelola oleh keluarga KH. Kholil Umar, salah satunya KH. Ubaidilah Ahror. Pondok yang akhirnya memunculkan brand baru dengan sebutan "Kampung Madinah" bagi Desa Temboro. Ekonomipun terus bergerak naik dengan datangnya ribuan santri dan pelajar. Ini seperti melihat Martapura di Desa Sekumpul. Sama bergairahnya ekonomi bisa bergerak dari hadirnya para pendatang : pelajar, santri, jamaah, guru dan pedagang. Bahkan ke keluarganya, juga turis. Baik lokal maupun dari manca negara. Berkah yang terus berjalan. Seperti melihat sibuk dan padatnya jamaah di Mekah_Madinah.

Muhammad Zainuddin

Kreasi itu bahasa inggrisnya "innovation", bahasa arabnya "bid'ah" atau "muhdats", sesuatu yang baru dalam hal beragama Islam. Di riwayat Shahih Bukhari di atas, Khalifah 'Umar sendiri yang menyatakan "bid'ah", lalu dikembangkan oleh (Imam) asy-Syafi'i ke dalam 2 bentuk: bid'ah hasanah (inovasi bagus dalam Islam), bid'ah sayyi'ah (inovasi buruk dalam Islam).

Muhammad Zainuddin

Ibnu Sina itu dari madzhab Hanafi yang terkenal sebagai madzhab nalar / logika. Usia 10 tahun Ibnu Sina sudah menghafal al-Qur'an. Dan di usia remaja sudah mampu melakukan operasi bedah medis. Madzhab Islam yang dianutnya pas dan cocok dengan ilmu kedokteran yang bercorak scientific. Ghazali itu bermadzhab Syafi'i namun lebih cenderung ke arah asketisisme / tasawuf / menjauhi hal-hal duniawi. Ghazali menuangkan pemikiran ekonomi ketika masih berada di lingkar pemerintahan. Setelah tidak lagi menjabat di pemerintahan, Ghazali memilih ber-uzlah, mengasingkan diri dari hal-hal duniawi, fokus beribadah. Anda mau pilih model beragama yang mana? Ibnu Sina atau Ghazali?

Ahmed Nurjubaedi

Menurut Michael Levitt, peraih Nobel Kimia 2013, sudah saatnya kita kembali ke zaman abad pertengahan. Masa dimana ahli agama adalah sekaligus ahli matematika, logika, Astronomi, kedokteran, filsafat, dll. Seperti Ibn Sina yg dokter sekaligus ahli tafsir Al Quran, filsuf, matematikawan, dan linguist. Juga tokoh-tokoh lain yang Anda sudah tahu. Mengapa? Menurut Levitt, hanya dengan menjadi lex generalis sekaligus lex specialis, kita akan mampu bertahan dari tumbuhnya AI yang sudah bisa menjadi pintar tanpa manusia. Karena di masa depan, mesin-mesin pintar itulah yang akan menjadi pesaing kita....

Muhammad Zainuddin

al-Bukhari, penyusun kitab hadits Shahih al-Bukhari, punya banyak guru ilmu hadits, di antaranya Ibnu Ma'in, Ibnu Hanbal, dan Ibnu Abi Syaibah. Ibnu Abi Syaibah, menyusun kitab hadits berjudul al-Mushannaf Ibni Abi Syaibah. Jika kita membuka kitab al-Mushannaf Ibni Abi Syaibah, jilid 2, halaman 289, ada satu bab berjudul: Man Kana La Yaqumun Ma'a-n Nas fi Ramadhan / Tokoh-Tokoh yang Tidak Ikut Sholat Tarawih Berjamaah di Bulan Puasa Ramadhan. Berikut salah satu riwayatnya. Menceritakan kepada kami Ibnu Numayr, yang berkata, menceritakan kepada kami 'Ubaydullah bin 'Umar, dari Nafi', dari Ibnu 'Umar (putera Khalifah 'Umar bin Khatthab), bahwasanya dirinya, yaitu Ibnu 'Umar sendiri, ia tidak ikut berdiri (sholat Tarawih berjamaah) bersama orang-orang di (malam) bulan Ramadhan. Dan begitu pula Salim dan al-Qasim, keduanya tidak ikut berdiri (sholat Tarawih berjamaah di masjid) bersama orang-orang". Jika Anda bisa membaca kitab bahasa Arab, dilakan akses link URL berikut... https://bit.ly/tokoh-salaf-yang-meninggalkan-tarawih Catatan: Ibnu 'Umar adalah Sahabat Nabi. Sedangkan Salim dan al-Qasim adalah tokoh Tabi'in, dan masuk dalam jajaran 7 fuqaha Madinah.

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Salah satu yang diingat kakak saya ketika di Tarim adalah: tidak ada yang merokok. Kok bisa ya itu jadi berubah ketika di Indonesia yang jadi "ahli hisap" semua?

Muhammad Zainuddin

Muhammadiyyah punya dalil, NU pun punya dalil. Namun jika kita merujuk pada sistem hukum Islam yang menghormati keputusan ulil amri (pemerintah), maka keputusan pemerintah itulah yang mengikat secara sah. Sehingga, rakyat tidak diperkenankan menyelisihi ketetapan umara' (pemerintah).

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt

Setelah membaca surah yasin ayat 39 dan 40 yaitu, Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan sehingga kembalilah bulan itu seperti bentuk tandan yg tua. Tidakkah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak mendahului siang. Masing masing beredar pada garis edarnya. Menurut perhitungan hisab global, kemarin bulan sudah kembali untuk bentuk tandan yg tua, yaitu sudah mulai konjungsi atau ijtimak, dan ketika matahari terbenam, bulan sudah mencapai ketinggian diatas 5 derajat, yaitu syarat hisab global. Bagian bumi yg mencapai itu di daerah Alaska Amerika Serikat. Sehingga bumi sudah masuk ke bulan yg baru yaitu romadhon. Saya bertanya pada diri saya sendiri, apakah bulan akan beredar mundur kalau semua manusia di dunia tidak setuju kalau bumi sudah konjungsi dengan bulan dan matahari? Tentu saja tidak. Mengapa? Nanti bisa bisa terkejar matahari dan malam bisa mendahului siang. Keterangan surah Yasin ayat 40. Akhirnya saya pun berpuasa hari ini, karena matahari bulan dan bumi beredar menurut ketetapan Allah yg Maha Perkasa dan MAHA Mengetahui. Saya jelaskan kepada istri dan anak anak, sehingga sekeluarga puasa hari ini semua. Dan banyak juga negara negara lain yg menetapkan puasa hari ini. Tetap menghormati dan menghargai perbedaan pendapat agar tidak terpecah belah.

Eksan Susanto

Buku-buku yang luar biasa dan menarik.. tapi Abah mungkin pernah baca sebuah buku yang cara bacanya dimulai dari halaman genap dulu, kemudian halaman ganjil.. mungkin baca sekilas, karena kebetulan Abah disodori buku itu kemudian dipotret utk promosi..kok saya tahu ? yaa karna saya beli buku tsb..

Muhammad Zainuddin

Benarkah perbedaan (al-khilaf) itu adalah rahmat? Jika maksudnya perbedaan (al-khilaf) itu adalah secara suku, bahasa, budaya, dan pengetahuan, maka itu betul, perbedaan adalah rahmat. Tetapi jika konteksnya adalah pelaksanaan syari'at Islam, seperti kapan waktu berpuasa Ramadhan, maka perbedaan (al-khilaf) justru menjadi petaka, dan buruk (syarrun) dalam Islam. Jika Anda tidak percaya, silakan buka kitab hadits Sunan Abu Dawud riwayat nomor 1960. www.sunnah.com/abudawud:1960 Khalifah 'Utsman sholat di Mina 4 raka'at, sedangkan sebelumnya Ibnu Mas'ud dan para sahabat lain sholat di Mina dipendekkan 2 raka'at. Namun Ibnu Mas'ud memilih untuk mengikuti Khalifah 'Utsman sebagai ulil amri (pemimpin umat Islam). Dan Ibnu Mas'ud berkata... "al-khilafu syarrun" (perbedaan itu buruk)! Maka, jika kita berpatokan pada kaidah di atas, berbeda atau menyelisihi pemimpin dalam hal syari'at, seperti sholat, zakat, puasa, dihukumi syarrun (buruk).

Muhammad Zainuddin

Kejawen itu kuat, tradisi puasa tirakatnya. Mulai dari puasa pati-geni, hingga puasa ngebleng. Tidak aneh jika orang Jawa di zaman dulu memiliki berbagai macam kesaktian.

Nusantara Hijau

"Kamu hari ini sudah puasa?" Sudah. " Muhammadiyah ya?" Bukan. Kejawen malah. "?? " Saya sudah puasa dari kemarin, Selasa Kliwon.Hari ini, Rebo Legi. Lanjut besok Kemis Pahing. "Terus, besok ,Jum'at Pon puasa nggak? " Puasa, lah.Insya Alloh lanjut sampai akhir bulan Ramadhon.Saya Jawa. Sekaligus Islam. Ber-islam tidak mesti meninggalkan ke Jawa an saya.

Nusantara Hijau

Kalau di Jawa ada "RAJAH KALA CAKRA" YAMARAJA - JARAMAYA" siapa yang menyerang akan berbalik menjadi berbelas kasihan. "YAMARANI - NIRAMAYA" siapa yang datang dengan niat buruk akan berbalik dan menjauhi. YASILAPA PALASIYA Yang membuat kelaparan akan memberi makan. YAMIRODA DAROMIYA Yang memaksa berbalik memberi kebebasan. YAMIDOSA SADOMIYA Yang berbuat dosa akan bertobat. YADAYUDA DAYUDAYA Yang berperang akan berdamai. YASIYACA CAYASIYA Yang menyengsarakan akan membahagiakan YASIHAMA MAHASIYA Yang merusak akan memelihara.

Everyday Mandarin (Study in Taiwan & China)

Ya, di Mandarin jg ada gaya bahasa yang bisa dibaca bolak-balik kiri kanan sama tapi artinya tetap sama. Bacanya pakai Mandarin akan punya arti, bagus, dan kadang jadi pernyataan lucu artinya. Kl diterjemah ke bahasa lain, jadi biasa artinya. Contoh: 上海自来水来自海上 = 5 huruf awal artinya: Air leding Shanghai. 5 huruf berikutnya: air berasal dari air laut. 天上龙卷风卷龙上天 = 5 huruf awal: Tornado dari langit. 5 berikutnya: angin menggulung naga ke atas langit. 大牛比较懒较比牛大 = Da Niu (nama orang) lebih pemalas, dan ti*it (bahasa Hokkien) lebih besar dari sapi.

Liáng - βιολί ζήτα

CHDI : "Tapi saya pernah mendengar ada cara serupa yang ditulis dalam bahasa Mandarin. Saya belum melihatnya sendiri. Tapi ada. Kalau itu benar berarti betapa kaya kata-kata dalam bahasa Arab dan bahasa Mandarin." Sudah ada koq sejak zaman dahuluuuuu..... Abah DI. Dikenal dengan istilah : 双面书 (shuāng miàn shū) - buku dua sisi, disebut juga 翻转书 (fānzhuǎn shū) - buku bolak-balik, atau 镜像结构 (jìngxiàng jiégòu) - fitur struktur cermin. Misalnya saja : • Banyak edisi 道德经 (dào dé jīng) dirancang untuk dibaca dari kiri ke kanan, kemudian dibalik untuk dibaca dari kanan ke kiri dari perspektif atau versi lain. • Kumpulan Puisi Palindrom Kuno, seperti : 璇玑图 (xuánjī tú) sastra karya 苏蕙 (Sū huì) dapat dibaca dari berbagai arah dan urutan, mengungkapkan ribuan bait. • Sastra Eksperimental Modern, beberapa novel avant-garde kontemporer dirancang sebagai buku bolak-balik dua sisi, dengan setiap sisi menyajikan perspektif yang berbeda atau akhir yang kontras (mirip dengan "dua buku yang digabungkan menjadi satu"). • Dan..... masih banyak typical yang lainnya.....

Liam Then

Senada dengan tulisan Pak DI. Kebetulan saya pernah baca kritik banyak orang ke USA dan perbandingannya ke Tiongkok. "Amerika negara yang dikelola oleh pengacara , Tiongkok negara yang dikelola oleh Insinyur" Omongan diatas berangkat dari fakta, mayoritas pemimpin Tiongkok secara tradisional , adalah insinyur. Sedangkan Amerika, kebanyakan pengacara. Berikut kutipan data yang saya comot : "The Assembly (NPC): In the National People's Congress, lawyers make up roughly 2% to 3% of the delegates. Compare that to the U.S. Congress, where they make up nearly 40%." In the current 24-member Politburo, at least one-third are high-level scientists or engineers from strategic sectors (like the "Space Club").

Udin Salemo

Wooowww... "wakhaji" JZ tiap hari makan masakan Padang. Tapi masih sehat. Saya yang orang Padang makan masakan Padang paling banter hanya 4 kali dalam sebulan. Selebihnya makan di warteg. Makan yang enak enak dan banyak kayaknya gak masalah asal dibarengi dengan olahraga yang memadai. Tanboy Kun sekali mukbang bisa menghabiskan jatah untuk makan 5 orang. Badannya masih ideal karena olahraga nya juga kuat. Gak semua orang sudah berumur diatas 55 bisa maraton. Kalau dipaksakan malah cepat menuju alam keabadian.

siti asiyah

Saya lahir 53 tahun lalu, mengenyam pendidikan adalah tiket pertama untuk lepas dari kemiskinan bagi anak - anak desa.Apalagi pendidikan tinggi kedinasan, kasta tertinggi kebanggaan orang tua, jaminan aman setelah kelulusan.Berikutnya adalah lolos UMPTN.Untuk menggapai PTN, sekolah negeri adalah pilihan dan kasta tertinggi, disemua kota saya rasa sekolah negeri adalah pilihannya.Di-era saya setelah sekolah negeri kasta berikutnya adalah sekolah katolik.Madrasah dikasta tengahnya dan sekolah swasta adalah pilihan terakhirnya.Anehnya dari generasi saya sampai saat ini adalah ada sekolah tapi marak juga LBB ( Lembaga Bimbingan Belajar ), seolah fakta bicara : sekolah saja tidak cukup.Terparah dari sistem pendidikan kita adalah tertutupnya pintu persaingan yang fair , terbuka dan adil untuk siswa sma dengan peminatan kedinasan semacam tni-polri, dari tamtama bintara apalagi akademi.Untuk meraihnya , semua sudah ada harga harganya.Kita tidak pernah sungguh sungguh dengan dunia pendidikan kita, tantangan terbesar bagi anak sekolah justru saat ia memasuki dunia kerja : jangan samakan teori dengan praktek. Hancur, seremuk remuknya.

Liam Then

Di Amerika sana, dari setiap 1000 orang ada 4 pengacara. Hasilnya jelas, menuntut orang jadi terlalu gampang, kapan saja, di mana saja, karena tenaga profesionalnya ada. Alih-alih jadi memberikan jaminan kepastian hukum, Amerika jadi tempat subur untuk acara sidang gugatan. Sekarang mari kita kembali ke logika umum, para pengacara Amerika itu dapat duit dari mana? Jumlahnya ndak kira-kira 1.370.000 pengacara terdaftar. Yang tak terdaftar ratusan ribu jumlahnya. Mereka hanya akan dapat duit, kalau ada masalah. Kalau masalahnya sudah tidak ada? Bagaimana sejuta lebih pengacara itu bertahan hidup? Tentu akibatnya masalah diada-adain. Satu contoh : Proyek HSR di California yang sudah habis 16 miliar dollar, tapi belum nampak relnya. Dikabarkan, banyak dari 16 miliar itu, habis percuma dalam sidang gugatan. Kalau dibandingkan lagi ke Tiongkok, orang rambut kuning simpulkan begini : "In America, we have 1.37 million people licensed to fight. In China, they have millions of people licensed to build. One group bills by the hour; the other bills by the kilometer." Jutaan pengacara di Amerika outputnya : gugatan hukum berjumlah banyak, kasus hukum, peraturan masif yang bersusun timpa. Di Tiongkok, yang di dominasi oleh insinyur outputnya : barang kasat mata, yang bisa diukur, dipegang dan dijual ke seluruh dunia.

Ibnu Shonnan

Apakah ada yang sama dengan saya. Saat mengezoom foto Abah dan generasi pendakwah Indonesia di Tarim. Terbaca sablon kaosnya : PENGASUH DIS WAY. Kok ya ngak malu dan sungkan dengan tulisannya itu. Karena anak-anak muda yang mengelilinginya itu adalah pengasuh masa depan.

thamrindahlan

Paling tidak ada 2 informasi baru oleh oleh Abah dari muhibah Ke Kota Tarim Yaman. Pertama Perpustakaan menyimpan koleksi buku kuno. Bukan karena content buku yang pasti sangat ilmiah pada zamannya namun cara menuliskan naskah dari 4 arah. Kanan kiri atas bawah berada selembar kertas. Hebat arti dari masing pertemuan aksara itu pun berlainan. Awak ingin sekali mengkokeksi buku yang tampaknya ditulis dengan tangan menorehkan tinta diatas kertas lembut. Alangkah Sabar nya dan teliti para pujangga ketika itu. Dimana dia bisa mendapatkan nya. Kedua tentang kegelisahan Abah perihal mengapa lebih banyak belajar Politik Sosial ekonomi ketimbang ilmu pengetahuan berbasis teknologi. Saya pikir orang tua sedang menginvesrasikan asetnya menjadi umat bermanfaat bagi lingkungan. Belum tentu semua santri ajan menjadi Ulama setara Ustaz Adi Hidayat hafizh dan memiliki Pesantren. Salamsalaman

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 26

  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Sugi
    Sugi
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Wong Krian
    Wong Krian
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • MULYADI PEGE
    MULYADI PEGE
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • MULYADI PEGE
    MULYADI PEGE
  • MULYADI PEGE
    MULYADI PEGE
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • alasroban
    alasroban
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • MULYADI PEGE
    MULYADI PEGE