Mahasiswa STIK angkatan 83/WPS Sumbang 70 Ekor Sapi untuk Tradisi Meugang di Aceh

Mahasiswa STIK angkatan 83/WPS Sumbang 70 Ekor Sapi untuk Tradisi Meugang di Aceh

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) angkatan 83 / Widya Parama Satwika menyalurkan bantuan 70 puluh ekor sapi untuk tradisi meugang-Istimewa-

ACEH, DISWAY.ID - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) angkatan 83 / Widya Parama Satwika menyalurkan bantuan 70 puluh ekor sapi untuk tradisi meugang kepada masyarakat Aceh yang terdampak bencana. 

Penyerahan secara simbolis dilakukan di Gampong Blang, Langsa Kota, Aceh, pada Senin pagi, sebagai wujud kepedulian dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

BACA JUGA:BNPB Catat 28 Bencana Alam dalam Dua Hari, 185 Rumah Terdampak

BACA JUGA:Kata Penjaga Soal Pagar Rumah Pak JK Ditabrak Mobil Berpengemudi Wanita, Mabuk?

Acara penyerahan berlangsung dengan penuh keharuan, dihadiri oleh perwakilan pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta warga korban bencana. 

Puluhan ekor sapi yang diserahkan akan didistribusikan ke beberapa desa di wilayah Aceh yang mengalami dampak bencana, agar masyarakat tetap dapat melaksanakan tradisi meugang menjelang Ramadhan.

Ketua STIK Irjen Pol Eko Rudi Sudarto menyatakan bahwa bantuan ini merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang selalu diajarkan kepada para mahasiswa.

BACA JUGA:BRAK! Pagar Rumah Jusuf Kalla di Jaksel Ditabrak Pengemudi Mobil Gegara Ngantuk

“Sumbangan ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap saudara-saudara di Aceh yang sedang menghadapi masa sulit pasca bencana. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kita harus hadir meringankan beban mereka,” ungkap Irjen Eko Rudi dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 18 Februari 2026. 

Ia menambahkan bahwa aksi sosial ini sejalan dengan nasihat yang selalu disampaikan kepada para mahasiswa STIK. 

“Saya selalu mengingatkan kepada para mahasiswa kita: gunakan logika dan rasa dalam pelaksanaan tugas di tengah-tengah masyarakat. Logika membimbing kita bertindak tepat, sementara rasa membuat kita memahami penderitaan sesama. Kedua hal ini harus berjalan beriringan agar kita menjadi polisi yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis,” tukasnya.

Para mahasiswa STIK yang hadir langsung dalam penyerahan mengaku tergerak untuk membantu setelah melihat kondisi masyarakat Aceh yang terdampak bencana. 

BACA JUGA:Kapolri: Kasus Warga Sleman yang Jadi Tersangka Usai Tabrak Jambret Diupayakan Restorative Justice

Keuchik (Kepala Desa) Gampong Blang, Junaidi, mengucapkan terima kasih atas kepedulian mahasiswa STIK. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads