Cara Membayar Hutang Puasa yang Sudah Bertahun-Tahun Tak Diganti, Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Kamis 19-02-2026,13:26 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

JAKARTA, DISWAY.ID - Cara membayar hutang puasa yang sudah bertahun-tahun sering menjadi pertanyaan umat Islam, terutama menjelang datangnya Ramadan.

Tidak sedikit yang bingung mengenai hukum hutang puasa menurut Islam, apakah cukup diganti saja atau wajib membayar fidyah hutang puasa karena terlambat.

Dalam salah satu ceramahnya, Abdul Somad atau yang akrab disapa Ustaz Abdul Somad (UAS), menjelaskan secara rinci tentang ketentuan bayar qadha puasa dan konsekuensi jika menunda hingga melewati Ramadan berikutnya.

Menurut Ustaz Abdul Somad, dalam pembahasan cara membayar hutang puasa, seorang Muslim yang memiliki hutang puasa Ramadan wajib menggantinya sebelum Ramadan berikutnya tiba.

Rentang waktu bayar qadha puasa dimulai sejak 1 Syawal hingga akhir bulan Sya’ban. Artinya, selama belum masuk Ramadan berikutnya, seseorang cukup mengganti puasa sesuai jumlah hari yang ditinggalkan tanpa kewajiban fidyah hutang puasa.

Pemahaman ini penting agar umat Islam tidak menunda-nunda hutang puasa bertahun-tahun yang justru bisa menambah beban ibadah di kemudian hari.

BACA JUGA:Hukum Sopir Bus Tidak Puasa Saat Ramadan, Ini Penjelasan Gus Baha soal Status Musafir

Jika Melewati Ramadan, Wajib Qadha dan Bayar Fidyah

Permasalahan muncul ketika hutang puasa bertahun-tahun belum juga dilunasi hingga datang Ramadan berikutnya tanpa alasan syar’i.

Dalam kondisi tersebut, menurut penjelasan Ustaz Abdul Somad tentang hukum hutang puasa menurut Islam, seseorang tetap wajib melakukan bayar qadha puasa dan ditambah membayar fidyah hutang puasa sebagai bentuk konsekuensi kelalaian.

Besaran fidyah hutang puasa adalah satu mud makanan pokok untuk setiap satu hari puasa yang ditinggalkan. Satu mud setara kurang lebih 750 gram beras.

Sebagai ilustrasi dalam praktik cara membayar hutang puasa, jika memiliki hutang tujuh hari dan melewati satu Ramadan tanpa dibayar, maka wajib mengganti tujuh hari puasa serta membayar fidyah sekitar 5,25 kilogram beras.

Apakah Fidyah Bertambah Setiap Tahun?

Banyak yang bertanya dalam konteks hutang puasa bertahun-tahun, apakah fidyah akan terus bertambah setiap kali melewati Ramadan.

Dalam penjelasan tentang hukum hutang puasa menurut Islam, Ustaz Abdul Somad menegaskan bahwa fidyah dikenakan karena kelalaian, namun tidak terus berlipat ganda setiap tahun.

Meski demikian, umat Islam tetap dianjurkan segera menyelesaikan cara membayar hutang puasa agar tidak menumpuk dan memberatkan diri sendiri.

Dalam praktik bayar qadha puasa, Ustaz Abdul Somad juga menjelaskan bahwa qadha boleh dilakukan bertepatan dengan puasa sunnah, seperti Senin-Kamis.

Kategori :