BACA JUGA:Apa Alasan Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 4,75 Persen?
BACA JUGA:Cegah Tawuran saat Ramadan, Polda Metro Kerahkan Pasukan Brimob!
Dapur yang membidik peringkat tertinggi wajib mengantongi sejumlah sertifikasi krusial yang menjamin keamanan pangan.
Beberapa syarat yang menjadi keunggulan di lapangan saat ini antara lain kepemilikan Sertifikat Halal, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), hingga keterlibatan tenaga profesional yang dibuktikan dengan Sertifikat Chef BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
"Alhamdulillah, dapur kami secara persyaratan sudah mencukupi untuk Grading A. Minim kejadian keracunan dan menjunjung tinggi nilai kebersihan menjadi faktor yang sangat menentukan," tutur Fariz.
Menariknya, dana insentif yang diterima mitra ini bersifat murni sebagai apresiasi atau keuntungan otoritas mitra. Hal ini dimungkinkan karena BGN telah menerapkan sistem keuangan At Cost.
BACA JUGA:KKP Patok Stok Ikan Nasional 7,3 Juta Ton Hingga Maret 2026, Aman Jelang Lebaran
BACA JUGA:Pilot Pesawat Kargo Pelita Air yang Jatuh di Kalimantan Meninggal
Dalam sistem ini, biaya bahan baku dipisahkan sepenuhnya dari biaya operasional dapur. Artinya, berapapun jumlah ompreng atau porsi yang diproduksi setiap hari, kualitas gizi tidak akan terganggu oleh biaya operasional seperti gaji karyawan, listrik, atau gas.
"Jadi walaupun kita running di 1.000 porsi, biaya bahan bakunya terpisah. Uang insentif itu hak otoritas mitra dan tidak ada kaitannya dengan penggunaan operasional kebutuhan dapur," tegas Fariz.