JAKARTA, DISWAY.ID — Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI) resmi menggelar Grand Opening pada Rabu (11/2) di Gedung Auditorium IPTI, Cipayung, Jakarta Timur.
Acara ini menandai penguatan eksistensi IPTI sebagai institusi pendidikan tinggi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pengembangan sumber daya manusia pariwisata Indonesia di tengah pertumbuhan industri pariwisata nasional dan global.
BACA JUGA:Antisipasi Lonjakan Harga Pangan, Satgas SABER PMJ Monitor Langsung ke Pasar
IPTI berada di bawah naungan Yayasan Menara Bhakti, yayasan pendidikan yang telah lebih dari 40 tahun berkiprah dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Yayasan ini dikenal sebagai pengelola Universitas Mercu Buana, yang telah melahirkan lulusan-lulusan yang berkontribusi di berbagai sektor strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Rekam jejak tersebut menjadi dasar pengembangan IPTI sebagai kampus yang berorientasi global namun tetap berakar pada konteks dan kekuatan lokal Indonesia.
Mengusung tema “Empowering Future Innovators in Tourism & Hospitality”, IPTI hadir dengan visi menjadi institusi pariwisata yang diakui secara internasional, berlandaskan kearifan lokal, pendekatan interdisipliner, keberlanjutan, serta kebermanfaatan global.
BACA JUGA:Parade Komunitas Warnai Lapangan Merdeka, Energi Anak Muda Medan Menguat
Visi ini diterjemahkan ke dalam misi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan secara seimbang dan kolaboratif di seluruh level institusi.
Rektor IPTI, Dr. Ariani Kusumo Wardhani, menjelaskan bahwa pariwisata dipahami IPTI sebagai sebuah ekosistem, bukan sekadar satu bidang keilmuan.
“Pariwisata hari ini tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan erat dengan bisnis, komunikasi, teknologi, budaya, dan kreativitas. Karena itu, IPTI mengembangkan pendekatan interdisipliner melalui program studi pariwisata dan hospitality yang diperkuat oleh disiplin lain seperti Bisnis Digital dan Public Relations, agar lulusan memiliki cara pandang yang utuh dan relevan dengan realitas industri,” ujarnya.
Sebagai bagian dari internasionalisasi, IPTI menerapkan bahasa Inggris berbasis Cambridge dalam proses pembelajaran, sekaligus mewajibkan mahasiswa memperoleh sertifikasi bahasa Inggris internasional Cambridge sebagai syarat magang industri dan kelulusan.
Kebijakan ini dirancang untuk memastikan lulusan IPTI memiliki kompetensi komunikasi global yang terukur dan diakui secara internasional, tanpa mengabaikan identitas budaya lokal.
BACA JUGA:Parade Komunitas Warnai Lapangan Merdeka, Energi Anak Muda Medan Menguat