Sebagai mantan aktivis 1998, Pigai turut mengingatkan pentingnya etika dalam menyampaikan kritik. Ia menilai generasi muda tetap memiliki ruang luas untuk bersuara, tetapi harus dilakukan dengan cara yang bermartabat.
“Kritik boleh, bahkan harus. Tapi jangan menghina. Etika tetap dijaga,” kata Pigai.
Ia berharap polemik yang terjadi tidak mengaburkan tujuan utama program pemerintah, yakni memastikan masyarakat kecil mendapatkan akses yang layak terhadap kebutuhan dasar.
“Tujuan akhirnya sederhana, rakyat harus kenyang, sehat, dan pintar. Itu esensi dari hak asasi manusia,” pungkasnya.