Kedua, partisipasi dalam Konferensi Asia Pasifik untuk Palestina di Istanbul yang hingga kini masih berlangsung. Ketiga, ikut menggelar diskusi terbuka mengenai kontroversi Board of Peace dan keterlibatan Indonesia di dalamnya.
Tim yang diberangkatkan akan menjalankan serangkaian program bantuan, mulai dari distribusi logistik, dukungan layanan dasar, hingga penguatan pendampingan kemanusiaan bagi para penyintas, khususnya kelompok rentan.
Yordania dipilih sebagai salah satu titik strategis penyaluran bantuan karena perannya sebagai wilayah penyangga bagi pengungsi dan korban konflik regional.
Dian Mulyadi menuturkan bahwa pemberangkatan personel ke Yordania ini juga dalam rangka menyambut Ramadan yang akan datang.
“Dompet Dhuafa telah menyiapkan paket bantuan melalui Kairo, Mesir, dan juga melalui Amman, Yordania. Yang terdiri dari paket kebutuhan pokok, selimut, baju hangat karena di sana lagi musim dingin. Kemudian juga alas tidur, air mineral, dan gandum,” terangnya.