JAKARTA, DISWAY.ID - Tradisi ngabuburit Ramadan menjadi salah satu budaya yang selalu hadir saat masyarakat Indonesia menyambut bulan suci.
Ngabuburit di bulan Ramadan identik dengan aktivitas menunggu waktu berbuka puasa menjelang azan Maghrib.
Asal-usul ngabuburit ternyata memiliki sejarah panjang yang berakar dari budaya lokal Nusantara.
Asal Kata Ngabuburit dalam Tradisi Ramadan
Sejarah istilah ngabuburit berasal dari bahasa Sunda, tepatnya dari kata “burit” yang berarti waktu menjelang sore hari.
Pengertian ngabuburit secara umum dimaknai sebagai aktivitas bersantai atau melakukan kegiatan ringan sembari menunggu waktu petang.
Dalam konteks Ramadan di Indonesia, ngabuburit kemudian menjadi istilah populer untuk menggambarkan kegiatan menunggu waktu berbuka puasa.
Meski berasal dari budaya Sunda, tradisi ngabuburit Ramadan kini telah menyebar luas dan menjadi bagian dari budaya nasional.
BACA JUGA:Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp220.000 Siang Ini Spesial Weekend, Cuan Tambahan Buat Ngabuburit!
Pada awalnya, ngabuburit di bulan suci Ramadan lebih banyak diisi dengan kegiatan religius.
Beberapa aktivitas seperti pesantren kilat, mengaji bersama, hingga kajian keislaman menjadi bentuk utama kegiatan ngabuburit Ramadan di masa lalu.
Seiring perkembangan zaman, tradisi ngabuburit di Indonesia mengalami transformasi yang lebih beragam.
Kini, aktivitas ngabuburit Ramadan tidak hanya bernuansa ibadah, tetapi juga sosial dan budaya.
Ragam Kegiatan Ngabuburit yang Populer Saat Ramadan
Salah satu bentuk ngabuburit modern di Indonesia adalah berburu takjil di pasar kaget atau pasar Ramadan.
Fenomena wisata kuliner Ramadan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana sore menjelang berbuka.
BACA JUGA:Cara Dapat Tiket Gratis Masuk Ancol Saat Ramadhan 2026, Ngabuburit Puasa ke Pantai