Sejarah Hari Angkutan Nasional 2026, Berawal dari Gerobak Sapi
Ilustrasi: Sejarah Hari Angkutan Nasional 2026, Diperingati Setiap 24 April-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID - Simak sejarah Hari Angkutan Nasional yang diperingati setiap tanggal 24 April.
Peringatan ini bertujuan untuk mengenang setiap perjalanan keberadaan angkatan atau transportasi umum yang ada di Indonesia.
Tak hanya itu, momentum ini menekankan bahwa pentingnya angkutan umum, baik itu di darat, laut maupun udara sebagai sarana mobilitas kehidupan sehari-hari..
Biasanya, untuk merayakan peringatan Hari Angkutan Nasional akan diberikan fasilitas berupa naik angkutan umum secara gratis.
Contohnya, pada hari ini Jumat, 24 April 2026, transportasi seperti Transaksi, MRT dan LRT Jakarta memberlakukan tarif gratis untuk masyarakat dalam rangka memperingati Hari Angkutan Nasional 2026.
Lantas, seperti apa sejarah ditetapkannya Hari Angkutan Nasional ini? Yuk simak ulasannya sebagai berikut.
Sejarah Hari Angkutan Nasional

Ilustrasi: Sejarah Hari Angkutan Nasional 2026, Diperingati Setiap 24 April--sinduharjosid.slemankab.go.id
Sejarah peringatan ini berkaitan dengan perjalanan berdirinya Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia atau DAMRI.
Melansir dari situs DAMRI, saat masa pendudukan Jepang di Indonesia tahun 1943, ada dua jenis angkutan umum, yaitu Jawa Unyu Zidousha dan Zidousha Sokyoku.
Jawa Unyu Zidousha ini adalah angkutan barang, sedangkan Zidousha Sokyoku adalah angkutan penumpang.
BACA JUGA:Hari Angkutan Nasional 2026: Gratis Naik Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Berlaku 24 April
Kedua angkutan ini berupa gerobak yang sama-sama menggunakan tenaga dua ekor sapi.
Setelah Indonesia merdeka, Jawa Unyu Zidousha berubah menjadi Djawatan Pengangkoetan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: