Bulog Perkuat Sinergi Jaga Harga Pangan Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

Senin 23-02-2026,10:46 WIB
Reporter : Subroto Dwi Nugroho
Editor : Subroto Dwi Nugroho

BACA JUGA:Sultan Baktiar Puji Diplomasi Dagang Prabowo dan Trump: Kodpes Merah Putih Makin Kuat

Sidak difokuskan pada dua komoditas strategis, yakni beras dan minyak goreng rakyat Minyakita. 

Namun, sejumlah bahan pokok lain seperti cabai, bawang, tepung terigu, daging, dan gula juga turut dipantau untuk memastikan kondisi pasar tetap kondusif.

Harga Beras Sesuai HET

Berdasarkan hasil pemantauan, stok bahan pokok di dua pasar tersebut tersedia dalam jumlah cukup dan harga relatif stabil.

Untuk komoditas beras, harga di lapangan masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah:

  • Beras medium: Rp13.500 per kilogram
  • Beras SPHP: Rp12.500 per kilogram
  • Beras premium: Rp14.900 per kilogram

BACA JUGA:Gak Perlu Ngantre Dapatin Pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 Buat Lebaran 2026, Begini Caranya

BACA JUGA:BRIN Prediksi Perayaan Idul Fitri 2026 Berpotensi Berbeda: Kemungkinan 1 Syawal 21 Maret

“Alhamdulillah untuk beras dalam keadaan stabil dan kondusif. Sinergi antara produsen, pengecer, dan Satgas Pangan terus kami perkuat agar harga tetap terjaga selama Ramadhan hingga Lebaran,” ujar Ahmad Rizal.

Secara nasional, stok beras BULOG saat ini mencapai sekitar 3,2 juta ton dan terus bertambah melalui program serapan gabah petani. 

Dalam satu bulan terakhir, tambahan stok tercatat sekitar 100.000 ton. 

Jumlah ini dinilai sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri 2026.

Distribusi Minyakita Lebih Terkendali

BACA JUGA:Yayasan Kini Bisa Miliki SHM, Nusron Wahid Dorong Pesantren Tertib Aset Tanah

BACA JUGA:Orang Tua Senang Anaknya Bersekolah di Sekolah Rakyat: Banyak Perubahan

Selain beras, Bulog juga memastikan distribusi Minyakita berjalan sesuai skema Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 35 persen.

Kategori :