Fariz menyebutkan bahwa kebijakan ini fleksibel, di mana paket gizi tersebut bisa dikirimkan sesaat sebelum libur dimulai atau segera setelah siswa kembali aktif bersekolah pasca-lebaran.
"Untuk liburan menjelang Idul Fitri, itu bisa dikirimkan dalam bentuk rapelan satu minggu. Jadi itu bisa sebelum maupun pasca sesudah Idul Fitri pada saat anak sekolah masuk," jelasnya.