JAKARTA, DISWAY.ID-- Pemerintah memperkuat transformasi pekerja migran Indonesia (PMI) agar mampu bersaing di pasar tenaga kerja internasional.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, atau Cak Imin mengatakan kebijakan penempatan ke depan tidak lagi berorientasi pada kuantitas, melainkan kualitas, keterampilan, serta akses ke negara dengan standar upah tinggi dan perlindungan tenaga kerja yang kuat.
Hal tersebut disampaikan usai rapat koordinasi bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
BACA JUGA:Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Dijual Mulai 25 Februari, KAI Perkuat Layanan Lebaran 2026
Cak Imin pemerintah segera berkomunikasi dengan para duta besar untuk memetakan kebutuhan pasar kerja global sekaligus mempersiapkan skema pemberangkatan tenaga kerja terampil.
“Kami akan fokus pada skill workers, minimal lulusan SMA atau SMK, agar peluang kerja lebih baik dan pendapatan meningkat,” ujar Cak Imin, di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.
Disamping itu, peran atase ketenagakerjaan dan perwakilan RI di luar negeri akan diperkuat guna membuka akses pasar kerja baru, termasuk di Jepang, Korea Selatan, kawasan Eropa, hingga Amerika Serikat.
Negara-negara tersebut dinilai menawarkan standar gaji tinggi serta jaminan sosial lebih baik bagi pekerja.
BACA JUGA:Tak Miliki PBG, 185 Lapangan Padel di Jakarta Segera Dibongkar!
Karena itu, pemerintah mendorong penguatan ekosistem pelatihan terpadu, mulai dari peningkatan kualitas SMK, pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri global, hingga sertifikasi kompetensi berstandar internasional.
Langkah ini juga berdampak pada ekonomi nasional. Remitansi PMI yang mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun terbukti menopang pendapatan keluarga dan menggerakkan daya beli di berbagai daerah.
"Kami menargetkan mulai pertengahan tahun, tenaga kerja terampil sudah siap diberangkatkan secara bertahap. Dengan strategi tersebut, PMI diharapkan naik kelas sebagai tenaga profesional, produktif, dan terlindungi, sekaligus menjadi motor baru penguatan ekonomi Indonesia di pasar global,"pungkasnya.