Karena keparahan lukanya, tim dokter RS Bhayangkara sedang mempertimbangkan untuk merujuk mahasiswi malang tersebut ke rumah sakit lain yang memiliki fasilitas bedah dan peralatan yang lebih mumpuni.
"Korban masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau," ucap Anggi.
Kronologi kejadian bermula ketika korban sedang duduk sendirian di sebuah ruangan di lantai dua gedung fakultas untuk menunggu jadwal ujian.
Tanpa peringatan atau adu mulut sebelumnya, pelaku tiba-tiba masuk ke ruangan tersebut dengan membawa sebilah kapak dan langsung melancarkan serangan bertubi-tubi ke arah korban.
BACA JUGA:Jelang Mudik, Hutama Karya Siap Fungsikan Tol Palembang-Betung Seksi 1 dan 2
Pihak kepolisian menemukan indikasi kuat bahwa aksi ini bukanlah luapan emosi sesaat, melainkan sebuah tindakan yang telah direncanakan dengan matang.
Dugaan ini diperkuat dengan bukti bahwa tersangka membekali dirinya dengan dua jenis senjata tajam sekaligus saat menuju kampus, yakni sebilah kapak dan sebilah parang.
Hingga saat ini, motif di balik serangan membabi buta tersebut masih menjadi teka-teki yang tengah didalami oleh penyidik Polresta Pekanbaru.
"Kami akan segera memberikan keterangan lebih lengkap kepada publik setelah seluruh kronologi dan latar belakang permasalahan antara tersangka dan korban berhasil terungkap secara benderang," tegasnya.