BACA JUGA:Pigai Jawab Tantangan Uceng Debat Masalah HAM: Saya Benar-benar Mau Ajari Anda Soal HAM Agar Paham!
Menyandang gelar Prof. Dr. Zainal Arifin Mochtar, Uceng lahir di Makassar, 8 Desember 1978.
Uceng menamatkan studi S1 Ilmu Hukum di UGM, lalu melanjutkan studi S2 Master of Law di Northwestern University, Amerika Serikat, dan menyelesaikan gelar doktor (S3) di Ilmu Hukum UGM.
Ia juga sempat mengikuti program Summer School di Maastricht University, Belanda, serta Georgetown Law School, Washington D.C., AS.
Program tersebut diikuti untuk memberi bekal dan wawasan luas terkait lintas yurisdiksi dan pemahaman sistem hukum global.
Pada tahun 2014, Uceng pernah menjadi moderator debat Capres-Cawapres bahkan namanya juga pernah disorot dalam film dokumenter 'Dirty Vote'.
BACA JUGA:Setelah UU HAM, Natalius Pigai Targetkan Revisi UU Pengadilan HAM Rampung 2027
Dalam dokumenter tersebut, ditampilkan riset dugaan kecurangan pemilu dari beberapa pakar hukum termasuk dirinya bersama Feri Amsari dari Universitas Andalas, dan Bivitri Susanti dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK).
Dokumenter tersebut mengungkap bukti-bukti ketidaknetralan pemerintah, distribusi bansos, pelanggaran etik, dan fenomena politik menjelang pemilu.
Lebih lanjut, pria kelahiran Makassar itu juga aktif sebagai penggiat antikorupsi lewat lembaga Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM, yang pernah juga membesarkan nama Denny Indrayana.
Berikut beberapa perjalanan kariernya di ranah akademik serta upaya untuk memberantas korupsi:
- Anggota Tim Task Force Penyusunan UU Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (2007)
- Direktur Advokasi Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT) UGM (2008–2017)
- Anggota Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (2020)
- Anggota Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM (2022)
- Anggota Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan (OJK): Menjabat pada periode 2015–2017.
- Komisaris PT Pertamina EP: Menjabat pada 2016–2019