BACA JUGA:Akhiri Keterisolasian Warga Langkat, TNI dan PTPN IV PalmCo Bangun Jembatan Darurat
BACA JUGA:Viral! Pemuda Lempar Petasan ke Sopir Angkot di Cipondoh, Ujung-ujungnya Minta Damai
Ia berharap pelepasan ekspor yang dilakukan di bulan Ramadan ini membawa keberkahan bagi pengurus koperasi, petani manggis, dan masyarakat Subang secara luas.
“Dengan kehadiran LPDB, insyaAllah akan semakin membantu pengembangan koperasi,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Subang menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Koperasi dan seluruh jajaran dalam mendorong program upgrade komoditas pertanian di Subang hingga mampu menembus pasar internasional.
“Ini merupakan cita-cita kami sejak awal program upgrade digulirkan. Hari ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan berhasil. Standar produk manggis Subang sudah mampu tembus pasar internasional. Ke depan, kami berharap dukungan terus berlanjut agar ekspor tidak hanya ke China, tetapi juga ke Timur Tengah dan negara lainnya,” ujarnya.
BACA JUGA:Polisi Mediasi Orang Tua Bocil di Depok yang Seret Temannya Karena Kalah Lomba Lari
BACA JUGA:Persiapan Lebaran Tanpa Ribet, bTaskee Hadirkan Layanan Infal dan Promo Khusus Ramadan
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menegaskan bahwa LPDB Koperasi sebagai satuan kerja Kementerian Koperasi siap melangkah bersama pemerintah dalam memastikan akses pembiayaan bagi koperasi sektor produktif, termasuk komoditas ekspor yang memiliki dampak ekonomi luas.
“LPDB Koperasi hadir untuk memperkuat permodalan koperasi agar naik kelas dan berdaya saing. Kami siap melangkah bersama pemerintah dalam memastikan pembiayaan kepada koperasi sektor produktif, termasuk komoditas ekspor seperti manggis ini yang memiliki multiplier effect besar bagi petani, pelaku usaha, dan ekonomi daerah,” ujar Krisdianto.
Ia menambahkan, dukungan pembiayaan tidak hanya bersifat penyaluran dana, tetapi juga diiringi dengan penguatan tata kelola, manajemen usaha, serta pendampingan agar koperasi mampu berkembang secara berkelanjutan dan profesional.
Keberhasilan ekspor manggis oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm menjadi contoh konkret bagaimana koperasi mampu menciptakan ekosistem bisnis dan produksi yang terintegrasi.
BACA JUGA:Siap Transaksi Jelang Lebaran 2026, BNI Siapkan Rp23,97 Triliun Uang Tunai
BACA JUGA:Waduh! PSSI Kena Sanki Lagi dari AFC: Melanggar Regulasi Pertandingan Internasional
Selain itu, pemanfaatan teknologi terkini sektor pertanian seperti penggunaan drone juga dilakukan oleh Koperasi menjadi solusi modern yang menghemat waktu dan tenaga dalam hal produksi.
Sebab, pemupukan dengan drone memungkinkan distribusi yang merata, sehingga setiap tanaman menerima jumlah nutrisi yang tepat dan mendorong jumlah produktivitas hasil panen.