Akhiri Keterisolasian Warga Langkat, TNI dan PTPN IV PalmCo Bangun Jembatan Darurat
Jembatan Bailey darurat sepanjang 30 meter dengan lebar 4 meter akhirnya berdiri kokoh, menghubungkan kembali Desa Besilam Bukit Lembasa, Desa Kebun Balik, dan Desa Banjaran Raya.-dok disway-
JAKARTA, DISWAY.ID - Warga di tiga desa di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, kini bisa bernapas lega. Akses transportasi dan urat nadi perekonomian yang sempat lumpuh total akibat putusnya jembatan utama pascabanjir bandang, kini kembali terbuka.
Sebuah Jembatan Bailey darurat sepanjang 30 meter dengan lebar 4 meter akhirnya berdiri kokoh, menghubungkan kembali Desa Besilam Bukit Lembasa, Desa Kebun Balik, dan Desa Banjaran Raya.
Jembatan yang menjadi jalur vital distribusi hasil pertanian dan mobilitas harian warga ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) TNI AD, PTPN IV PalmCo, serta PT Langkat Nusantara Kepong (LNK).
Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, turun langsung meninjau penyelesaian pembangunan infrastruktur darurat tersebut pada awal pekan lalu. Peninjauan ini turut disaksikan oleh jajaran Korem, Kodim Langkat, unsur Muspika Kecamatan Wampu, hingga tokoh masyarakat setempat.
BACA JUGA:Seskab Teddy: 16 Ribu Sekolah Direnovasi di Era Prabowo Subianto, Habiskan Anggaran Rp17 Triliun
Dalam tinjauannya, Mayjen TNI Hendy Antariksa menyoroti pentingnya gerak cepat dan gotong-royong berbagai pihak saat menghadapi masa tanggap darurat bencana.
“Kami mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam pembangunan jembatan ini. Sinergi menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pemulihan akses masyarakat,” ujarnya mengakhiri.
Bukan Sekadar Respons Lokal, Tapi Eskalasi Bantuan Nasional
Keterlibatan PTPN IV PalmCo dalam pembangunan Jembatan Bailey di Langkat ini rupanya bukan langkah reaktif yang berdiri sendiri.
Perusahaan perkebunan pelat merah ini tercatat telah melakukan eskalasi bantuan kemanusiaan secara masif merespons rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda Pulau Sumatera dalam beberapa bulan terakhir.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa pengerahan sumber daya perusahaan untuk penanggulangan bencana adalah bagian dari mandat BUMN yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada stabilitas sosial masyarakat.
BACA JUGA:Viral! Pemuda Lempar Petasan ke Sopir Angkot di Cipondoh, Ujung-ujungnya Minta Damai
BACA JUGA:Kinerja Solid 2025, Isuzu Indonesia Optimistis Melaju Lebih Kencang di 2026
“Pembangunan Jembatan Bailey bersama Kodam I/Bukit Barisan ini adalah representasi nyata bahwa BUMN dan TNI selalu beriringan di garis depan. Kami tidak ingin urat nadi perekonomian warga di desa-desa lumpuh terlalu lama,” tegas Jatmiko.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: