Hal ini sidampaikan oleh Kementerian transportasi Irak yang mengatakan pihaknya telah menutup wilayah udara nasionalnya setelah terjadinya serangan.
Mehran Kamrava selaku direktur unit studi Iran di Pusat Penelitian dan Studi Kebijakan Arab dan profesor di Universitas Georgetown di Qatar, mengatakan bahwa serangan Israel ini sebagai upaya untuk mengagalkan pembicaraan damai di Genewa.
BACA JUGA:Tunjangan Profesi Guru Madrasah Lulusan PPG 2025 dalam Proses, Ini Penjelasan Resmi Kemenag
BACA JUGA:Lebaran 2026, Yamaha Siap Melayani dengan Layanan Siaga dan Promo Menarik
"Tampaknya mereka telah melancarkan serangan yang dirancang untuk menggagalkan negosiasi antara Iran dan AS," kata Kamrava.
“Saya pikir Presiden AS Donald Trump telah memojokkan dirinya sendiri ke sudut yang tidak bisa ia tinggalkan,” tambahnya.
“Armada, pembangunan militer besar-besaran, lampu hijau terus-menerus kepada Israel selama satu setengah tahun terakhir, dan kita lihat Israel tengah memaksa Donald Trump untuk bertindak dan dia tidak bisa benar-benar menolak mereka pada saat ini,” jelas Kamrava.