Profil dan Rekam Jejak Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Tewas dalam Serangan AS-Israel

Minggu 01-03-2026,10:04 WIB
Reporter : Adinda Salsabila
Editor : Adinda Salsabila

Ali Khamenei lahir pada 19 Juli 1939 dari keluarga ulama, khususnya dari garis keturunan sang ibu.

Ibunya dari Khamenei, anak dari Ayatollah Sayyid Hashem Najafabadi Mirdamadi.

Ia juga berasal dari keluarga bangsawan. Ayahnya bernama Sayyid Hussein Khamenei, putra dari Sayyid Mohammad Hussein Tafreshi.

Pemimpin tertinggi Iran ini memiliki garis keturunan langsung dari Rasulullah SAW.

Bagi umat Islam, Khamenei bukan orang sembarangan.

Nasabnya bersambung ke Rasulullah SAW melalui cucu Nabi, yakni Imam Husain dan kemudian Imam Zainul Abidin.

Berdasarkan nasab tersebut, Khamenei merupakan cucu ke-38 dari Rasulullah SAW.

Sosoknya dikenal sebagai pemimpin yang bijak. Figurnya membentuk arah perlawanan dan kebijakan strategis Iran selama lebih dari tiga dekade.

Sejak menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomenei, Ali Khamenei membangun fondasi kekuasaan negara melalui penguatan militer, paramiliter, dan jaringan pengaruh regional.

Sebelum menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei menjabat sebagai presiden Iran pada era Perang Iran-Irak (1980-1988).

Pengalamannya itu membentuk pandangannya yang sangat curiga terhadap Barat, khususnya Amerika Serikat yang kala itu mendukung Irak di bawah Saddam Hussein.

Dikutip AL Jazeera, pakar Iran dan penulis Iran's Grand Strategy Vali Nar mengatakan sosok Khamenei selalu siap menghadapi ancaman saat menjabat sebagai presiden Iran.

"Dia adalah presiden masa perang yang keluar dari konflik dengan keyakinan bahwa Iran rentan dan harus selalu siap menghadapi ancaman," kata Vali Nasr.

Rekam Jejak Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran

Keterlibatannya dalam Revolusi Iran dimulai sejak 1963.

Ia aktif bergabung dalam demo terhadap sistem monarki Iran.

Sosoknya juga merupakan anggota pendiri Partai Republik Islam (IRP).

Kategori :